A.
Motivasi Berprestasi
Semakin seseorang menyakini dirinya dapat mengelola berbagai
kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan
suatu prestasi. Gunakan konsep AKU, dimana A= Ambisi, K= Kekuatan atau
Kelemahan, U= Usaha. Semua konsep AKU yang telah digambarkan diatas, usahakan
direkam dalam pikiran alam bawah sadar kita, sehingga ibarat mengemudi sebuah
mobil, kita tidak perlu berpikir lagi kapan harus menggunakan perseneling, rem,
kopling, dan membelokkan setir mobil, yang semuanya secara otomatis dapat
dilakukan melalui gerakan-gerakan
sistem. Pikiran manusia dapat dikelompokkan menjadi dua : pikiran sadar
(conscious mind) dan pikiran bawah sadar (sub-conscious mind). Pikiran bawah
sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis. Hukum dan bahasa pikiran bawah
sadar sebagai berikut : “pikiran bawah sadar tidak mengetahui perbedaan antara
imajinasi dan kenyataan”.
McGregor dalam buku Safak Muhammad (2005) menjelaskan Hukum
Pikiran Bawah Sadar yang terdiri atas 4P, yaitu :
1.
Positif. Perkataan yang Anda ucapkan pada diri
sendiri (self talk) membentuk kebiasaan yang terekam dalam pikiran bawah sadar.
2.
Kalimat saat ini (present tense). Gunakanlah
kata “saat ini” ketika berbicara pada pikiran bawah sadar.
3.
Pribadi. Pakailah nama Anda sendiri dalam
berbicara pada pikiran bawah sadar Anda (self talk).
4.
Pengulangan (presisten). Semakin sering Anda
melakukan pengulangan pada pikiran bawah sadar Anda mengenai apa yang Anda
inginkan, semakin mengerti Anda apa yang diinginkan atau diharapakan di masa
yang akan datang.
B.Perubahan Pola Pikir
Schwartz (1996:170) dalam Kurniawan (2013) menyatakan cara
berpikir seseorang menentukan bagaimana ia bertindak. Cara seseorang bertindak
menentukan bagaimana orang lain berekasi terhadap tindakannya. Seringkali kita
mengeluh dengan situasi yang dihadapi dan merasa pesimis untuk mengatasi
situasi tersebut sehingga apa yang kita fikirkan menjadi benar dan akhirnya
gagal dalam mengahadapi situasi itu.
AJ Hendro Sugianto dalam buku "Banyak Cara Menjadi
Kaya" dalam Azis (2014) menyimpulkan empat pola pikir orang sukses, yaitu
:
a. Sukses tidak ditentukan oleh nasib
Nasib seseorang sangat dipengaruhi oleh semua tindakan yang
dilakukannya. Tentu saja tindakan-tindakan itu dimotori oleh polapikirnya.
Menjadi orang sukses dan kaya atau menjadi orang gagal dan miskin bukanlah
karena nasib, melainkan karena pola piker dan tindakannya yang berakibat pada
keadaan sekarang.
b. Sukses adalah suatu kebiasaan
Orang sukses menjadi sukses sebagai suatu kebiasaan yang
harus dijalani. Baginya, sukses bukanlah suatu destinasi (tujuan akhir),
melainkan suatu proses perjalanan.
c. Kegagalan adalah bagian dari sukses
Orang sukses
memandang kegagalan yang dialaminya sebagai bagian dari kesuksesan,
sehingga tidak seharusnya membuatnya jera dan menghalangi peluang sukses di
masa yang akan datang. Kegagalan hanyalah suatu kesuksesan yang tertunda.
d. Orang sukses selalu berorentasi kepada solusi
Orang sukses meyakini bahwa di balik suatu masalah pasti ada
peluang dan solusinya. Pola piker seperti inilah yang membuatnya tahan uji dan
tak mudah menyerah.
Forum
1. Percaya bahwa semuanya mungkin
Pertama dan pelajaran paling penting untuk menjadi pengusaha
besar adalah Anda harus selalu percaya segala sesuatu mungkin terjadi.
Kepercayaan ini yang dapat melampaui keinginan dalam hati.
Sebab Anda percaya segala sesuatu mungkin terjadi.
Usai percaya dengan hal itu maka lakukan sesuatu dan
fokuslah melakukannya.
Ini juga akan melatih pikiran Anda untuk melihat solusi
daripada masalah dan membedakan hal prioritas dalam hidup.
2. Luangkan waktu untuk mengapresiasi prestasi kecil
Sebagai seorang pengusaha, Anda akan lebih sering gagal dan
hampir tidak pernah melihat apapun manfaat dari usaha kerja keras tersebut.
Padahal, sukses itu membutuhkan waktu dan muncul dari hal kecil.
Para pengusaha juga membahas langkah-langkah kecil yang
mereka lakukan. Seperti ucapan “Terimakasih” dari klien. Semua hal-hal besar
dibangun perlahan-lahan dan terkadang dari hal kecil.
Ketika Anda mulai menghargai prestasi kecil, akan melihat
hal berbeda. Cobalah belajar untuk bersabar dan belajar untuk menggunakan apa
yang dimiliki, daripada menunggu apa yang tidak Anda miliki.
3. Jangan melakukan sendiri
Saat kita berpikir tentang kewirausahaan, kita membayangkan
sesuatu yang luar biasa. Berbagi ide-ide dan bekerja sama dengan seseorang yang
memiliki keyakinan yang sama, sangat dapat memperkaya dan membantu Anda untuk
menempuh jalan kesuksesan.
Miliki seseorang yang Anda percayai pada saat ketika tidak
dapat menemukan motivasi merupakan suatu yang tak ternilai harganya.
Pengusaha membutuhkan orang untuk membantu hal-hal kecil
agar dapat fokus pada tujuan yang paling penting.
4. Fokus dengan yang dikerjakan
Anda akan selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau.
Pikirkan menjadi seseorang yang perfeksionis adalah kunci untuk pencapaian.
Mereka menghabiskan banyak waktu dalam menganalisis pesaing
mereka, melihat bagaimana dapat mengunggulinya.
Itu adalah hal baik untuk mengetahui apa yang orang lain
lakukan. Seperti yang Anda inginkan untuk melangkah ke depan, tapi jangan
terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengamati orang lain.
Fokuslah pada ide Anda sendiri dengan meningkatkan kreativitas dalam hidup.
Jangan pernah lupa bahwa waktu adalah aset kita yang paling berharga.
5. Lakukan
Mereka mengatakan Anda tidak harus menjadi jenius untuk
menjadi inovator.Yah, itu sangat benar.
Sebagian besar ide-ide penemuan baru sudah menjadi hal yang
biasa. Mereka menjadi baru ketika hal ini masuk ke pasar.
Ketika Anda memiliki sebuah ide, langkah berikutnya adalah
pergi untuk mewujudkan ide itu. Itu berlaku pada setiap aspek kehidupan.
Terkadang menjadi yang pertama lebih baik daripada menjadi yang sempurna.
