Minggu, 06 Oktober 2019

Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi


KARYA TULIS ILMIAH
“ Sumber Daya Komputasi dan Komunikasi “
Yananto Mihadi Putra, SE., M.Si

Image result for logo umb


Disusun Oleh:

                            Theresia Magdalena                  
(43218110075)




KATA PENGANTAR

                         Puji syukur penulis sanpaikan kepada Tuhan YME yang telah memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini. Adapun latar belakang penulis membuat TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: SUMBER DAYA KOMPUTASI DAN KOMUNIKASI untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si Sebagai dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
                       Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam rangka penyelesaikan proposal ini, selain itu kerja sama yang baik diantara semua pihak yang terlibat dengan penulis membuat proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
                         Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, masih banyak hal yang kurang dalam penulisan proposal ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat memperbaikinya. Harapan penulis, semoga proposal ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber ilmu yang baru bagi kita semua.





                                                                                                                 Jakarta, 07 Oktober 2019.






BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang
          Sumber daya komputer bukan hanya terdapat pada meja, tetapi juga meliputi peranti keras dan peranti lunak serta file-file yang diakses melalui sebuah jaringan. Sumber daya komputer yang kita gunakan sering terhubung melalui sebuah jaringan. Kecepatan dan biaya komunikasi dan prosesor komputer mempengaruhi penggunaan sumber daya. Harga akan terus mengalami penurunan dan pada kenyataannya, kekuatan komputer meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan untuk harga yang sama. Sebaliknya dalam waktu 18 bulan kita dapat membeli sebuah komputer dengan tingkat kecepatan yang saat ini dengan setengah harga. Intensif untuk menghubungkan komputer micro melalui jaringan berasal dari adanya keinginan untuk mendapatkan laba yang lebih tinggi.
          Manajer yang dapat saling berbagi informasi berbasisi komputer  dengan cepat dan mudah akan  mengambil keputusan yang lebih baik dan lebih cepat dari pesaingnya. Bisnis tidak akan dapat bersaing secara efektif tanpa mampu berbagi informasi berbasis komputer yang dimilikinya dan pembagian ini membutuhkan adanya jaringan. Standar teknologi selalu berubah, perusahaan yang dapat melihat ke masa depan.
B.     Rumusan Masalah
Yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini ialah:
1.      Bagaimana yang dimaksud dengan Piranti Keras dalam sumber daya komputasi?
2.      Apa-apa saja yang termasuk alat-alat komputasi pribadi?
3.      Bagaimana yang dimaksud dengan Piranti Lunak dalam sumber daya komputasi?
4.      Apa yang dimaksud dengan Komunikasi?
5.      Apa-apa saja jenis –jenis jaringan?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui bagaimana piranti keras dalam sumber daya komputasi
2.      Untuk mengetahui apa saja yang termasuk kedalam alat-alat komputasi pribadi
3.      Untuk mengetahui bagaimana yang dimaksud dengan Piranti Lunak
4.      Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan komunikasi
5.      Untuk mengetahui jenis-jenis jaringan























BAB II
PEMBAHASAN


A.    PERANTI KERAS
Komputer memiliki bermacam-macam kecepatan dan harga namun semua memiliki fitur-fitur yang umum. Fitur-fitur yang menjadi perhatian ialah prosesor, memori, kapasitas penympanan dan alat input dan output. Semua komputer untuk tujuan umum memiliki jenis-jenis komponen yang sama yakni komponen-komponen yang lebih besar memiliki komponen yang lebih banyak dan lebih cepat daripada komputer micro.
Komputer-komputer besar yang menjalankan kebanyakan operasi komputer untuk sistem informasi tersentralisasi disebut sebagai komputer mainframe atau mainframe yang mendukung ratusan atau ribuan pengguna dan operasi seccara langsung. Komputer micro muncul ketika komputer digunakan oleh satu orang dan disebut sebagai komputer pribadi atau personal computer (PC). Dewasa ini kekuatan komputer micro telah berkembang dan tersambung dengan komputer lain melalui internet namun sering disebut sebagai PC karena sering digunakan oleh satu orang yang melakukan tugas komputer dalam jumlah terbatas.

            PROSESOR
Prosesor atau disebut juga sebagai unit pemrosesan pusat atau central processing unit – CPU ialah tempat dimana pemrosesan data dilakukan. Sebuah prosesor seperti Pentium Extreme Edition dari Intel mengendalikan kalkulasi dan perbandingan data secara logis dan juga mengarahkan dan mengendalikan pergerakan data dari satu lokasi ke lokasi lainnya dalam komputer. Kecepatan prosesor dan ukuran word bersama-sama bergabung untuk meningkatkan kekuatan komputasi.
Kecepatan Prosesor
            Kecepatan prosesor diukur oleh jumlah siklus yang terjadi perdetik dan angka yang telah berkembang dengan cepat selama beberapa tahun sejak IBM memperkenalkan komputer micro pertamanya. Kecepatan pada awalnya dinyatakan dalam megahertz (MHz) yang berarti juta siklus per detik. Setiap siklus adalah suatu peluang dialkukannya aksi seperti menambahkan dua angka.
Ukuran Word
            Prosesor-prosesor pertama disebut mesin “8-bit” karena data sebesar 8 bit akan membentuk ukuran dari satu word. Bit ialah nilai tunggal yang terdiri atas nol atau satu. Word adalah ukuran dari berapa banyak bit yang dapat digerakkan dengan satu siklus komputer. Delapan bit akan membentuk satu bita (byte) dan setiap bita dapat menyimpan satu karakter.
            Ukuran word adalah hal yang penting yang menentukan berapa banyak karakter dapat dipindahkan dalam satu siklus prosesor. Komputer micro yang pertama memiliki ukuran word sebesar 8-bit tetapi komputer micro dewasa ini menggunakan ukuran 32-bit. Komputer micro yang pertama hanya dapat memindahkan satu karakter dengan satu siklus; komputer micro sekarang dapat memindahkan empat karakter dengan satu karakter dan semakin lam aakan semakin berkembang.
Kekuatan
            Kekuatan komputer dipengaruhi oleh ukuran word dan kecepatan prosesor. Perbaikan dalam sirkuit prosesor akan memungkinkan operasi dikerjakan dalam siklus yang lebih sedikit. Hukum Moore menyatakan bahwa kecepatan sebuah komputer akan mengingkat dua kali lipat setiap 18 bulan. Ini merupakan kombinasi kecepatan prosesor ukuran word, dan perbaikan sirkuit yang menghasilkan peningkatan kecepatan yang luar biasa.
            Bagi banyak orang, pertumbuhan kekuatan komputer adalah hal yang sulit untuk dimengerti. Seiring dengan turunnya harga teknologi informasi, para manajer akan menggunakan lebih banyak teknologi infomasi dalam membantu pengambilan keputusan yang mengubah car amereka dalam memecahkan masalah.
          
            MEMORI
            Pada dasarnya, adta disimpan dalam sebuah komputer dalam dua cara yaitu memori dan penyimpanan. Memori yang disebut juga ruang penyimpanan primer atau random access memory (RAM) mengacu pada area penyimpanan yang terdapat pada papan sirkuit komputer.memori ialah barang yang rentan karena isinya akan hilang ketika daya dimatikan, yang mencerminkan fakta bahwa nilai bit akan dapat diubah secepat yang bisa dilakukan oleh prosesor.
            Jumlah memori dalam sebuah komputer mikro dapat memberikan dampak yang signifikan pada persepsi pengguna akan kecepatan. Komputer mikro umumnya memiliki memori sebesar 128 hingga 256 megabita (MB) sekitar 256 juta bita. Memori dapat dianggap sebagai suatu ruangan kerja yang digunakan oleh prosesor. Lebih efisien bagi prosesor untuk mengakses dan menggunakan data yang terdapat dalam memori. Memori telah menjadi lebih cepat agar tetap dapat mengikuti prosesor-prosesor yang lebih kuat.
          


            RUANG PENYIMPANAN
            Ruang penyimpanan untuk komputer muncul dalam banyak bentuk media yang berbeda yang memiliki karakteristik yang berbeda yang menjadikannya lebih sesuai untuk tugas tugas tertentu. Ruang penyimpanan dapat  berbentuk tetap atau dapat dilepas.
            Ruang penyimpanan tetap (fixed storage) adalah ruang penyimpanan yang terpasang seccara permanen di daam komputer seperti hard drive komputer. Media penyimpanan yang dapat dilepas (removable storage) biasanya berbentuk sebuah pita, disk, flash drive USB (pen drive), CD dan media lainnya. Peranti keras komputer yang membaca dari dan menulis ke media adalah sebuah drive. Media dan drive yang menggunakannya telah dihubungkan dengan sangat erat sehingga kata-kata tersebut digunakan secara sinonim oleh banyak pengguna komputer.

Ruang Penyimpanan Tetap
            Komputer micro sering disertai dengan ruang penyimpanan tetap sebesar 80 GB. Mainframe memiliki ruang penyimpanan dalam besaran terabita bahkan petabita-ribuan kali penyimpanan yang tersedia di sebuah komputer mikro.
Ruang Penyimpanan yang Dapat Dilepas
            Ruang penyimpanan yang dapat dilepas dari satu komputer dan dipasang kembali ke komputer lain.

            ALAT-ALAT INPUT (INPUT DEVICES)
            Komputer tidak akan banyak berguna tanpa alat-alat input dan output. Operasi bisnis membutuhkan sejumlah besar alat input dan output dan dikembangkan alat-alat untuk  memenuhi kebutuhan tersebut. Data yang diterima dari manusia (human-captured data) mengacu pada input yang diisi oleh seseorang yang mengetik pada sebuah keyboard, menekan mouse, menyentuh monitor dan sebagainya. Input yang diterima dari manusia sangat penting karena memberikan satu mekanisme langsung bagi pengguna untuk mengendalikan komputer.
            Terdapat dua kendala bagi data yang diterima dari manusia yakni pertama lambat dan kedua biasanya tidak dapat mencapai tingkat akurasi yang tinggi seperti data yang diterima dari mesin. Kejadian signifikan yang dapat dibaca dengan mesin terjadi ketika bisnis diharuskan untuk memasang bar code (kode batang) pada setiap produk yang dijual. Kode tersebut terlihat sebagai serangkaian garis-garis vertikal, beberapa garis lebih tebal dan lebih tipis dibandingkan garis yang lain.
            Data yang diterima dari mesin lebih baik daripada data yang diterima dari manusia karena komputer akan memasukkan data dengan biaya yang lebih rendah. Bisnis membutuhkan data akurat dalam jumlah yang besar untuk proses pengambilan keputusan. Alasan utama bagi data yang diperoleh dari mesin ialah kecepatan dan keakuratan proses penerimaan data. Biaya yang rendah hanyalah merupakan keuntungan tambahan.
          
ALAT-ALAT OUTPUT (OUTPUT DEVICES)
            Dua alat output yang paling dikenal ialah layar komputer atau sering disebut monitor  dan printer. Gambar pada layar komputer dipengaruhi oleh resolusi layar. Resolusi layar (screen resolution) mengacu pada jumlah piksel, titik-titik cahaya yang terdapat pada monitor yang ditampilkan layar. Resolusi layar yang tinggi memungkinkan penggunaan cukup banyak icon secara praktis sehingga antarmuka pengguna berbentuk grafis atau graphical user interface (GUI) telah menjadi antarmuka yang dominan. Ukuran monitor diukur dari garis diagonal layar. Monitor dengan diagonal berukuran 17 dan 19 inchi adalah hal yang umum pada komputer-komputer yang populer saat ini.
            Printer memiliki keunggulan serupa dengan monitor. Printer umum dewasa ini menggunakan teknologi laser atau tinta. Printer laser pada intinya sama seperti mesin fotocopy, sedangkan printer tinta menyemprotkan tinta pada permukaan kertas. Keunggulan printer tinta ialah bahwa printer ini secara mekanis kecil dan biasanya memiliki  biaya yang lebih rendah dari printer laser.  Printer tinta memiliki keunggulan praktis diatas printer laser dimana printer ini dapat memproduksi output berwarna dengan biaya relatif rendah. Resolusi pencetakan tinta biasanya adalah 300 hingga 1.200 titik per inchi. Resolusi printer laser biasanya 1.200 titik per inchi. Printer laser berwarna memiliki kecepatan kurang lebih 20 halaman per menit sedangkan model yang hanya mencetak hitam dan putih dapat mencetak 50 halaman per menit.

            MULTIMEDIA
            Evolusi utama alat input dan output adalah menuju ke arah multimedia, penggunaan lebih dari satu media pada saat yang sama. Sebagian besar penggunaan komputer dewasa ini tidak akan mendapat akses atau sistem informasi berbasis komputer jika tidak tersedia multimedia. Bebrapa orang pengguna masih kurang memiliki pengetahuan, berfungsi pada tingkat pengetahuan yang rendah atau memiliki cacat fisik. Anak-anak dan orang dewasa yang memiliki pengetahuan mrginal membutuhkan kemampuan multimedia dari komputer agar dapat secara efektif menggunakan sumber daya. Gambar-gambar animasi yang bergerak dari satu langkah ke langkah lain, kemungkinan dengan suara di latar belakang yang menjelaskan gambar tersebut dapat memberikan pendidikan bagi kelompok pengguna ini. Kemampuan multimedia memperluas masyarakat yang mempu berinteraksi yang berarti dengan sumber daya komputasi.


B.     ALAT-ALAT KOMPUTASI PRIBADI
Komputasi pribadi telah lama dihubung-hubungkan dengan komputer mikro. Bahkan,komputer mikro pada awalnya disebut komputer pribadi (personal computer). Komputer mikro saat muncul pertama kali bukan tergabung dalam suatu jaringan, dimana pengguna hanya menggunakan sumber daya ini hanya untuk keperluan komputasi pribadi. Kini masing-masing pengguna sebuah komputer mikro dapat berbagi file, dan sumber lainnya ketika terhubung oleh suatu jaringan. Alat-alat komputasi pribadi sebagai berikut:
Telepon Seluler dengan Pesan dan Video Interaktif
Perusahaan-perusahaan pembuat telepon seluler populer (Samsung, Nokia, Ericsson dan lain-lain) telah membuat telepon yang menampilkan pesan tulisan dan gambar-gambar berukuran kecil di layar tampilannya. Beberapa telepon seluler dapat menyimpan video-video pendek. Telpon seluler memiliki fitur-fitur lain yang membantu fungsi-fungsi bisnis. Seperti adanya daftar kontak yang ada dalam telpon selular yang tidak hanya mencantumkan nomor, tetapi nama, alamat, alamat e-mail, catatan dan lebih banyak lagi.
Agenda dan alarm adalah dua fitur yang membantu tujuan bisnis. Manajer dan profesional menghadiri banyak rapat, dan alarm telpon seluler bekerja seperti sebuah jam alarm yang berdering pada waktu yang telah ditentukan.
Telepon Seluler Cerdas
Telepon seluler dianggap sebagai telepon cerdas (smart phone) ketika menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dihubungkan dengan komputer mikro. Treo sebagai smart phone adalah bahwa ia dapat mensikronisasikan seluruh informasinya (agenda,nomor telepon,dan banyak lagi )dengan sebuah komputer mikro. Banyak model Treo maupun BlackBerry menggunakan protokol telepon seluler digital GSM (Global System of Mobile Communication). GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital yang banyak digunakan pada mobile komonication. GSM protokol yang paling banyak digunakan di Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Penggunaanya di Amerika Serikat dimulai pada tahun 2002, dan mulai menjadi standar di negara tersebut.
Jaringan Rumah
Jaringan komputer rumah telah sama populernya seperti perusahaan TV kabel dan perusahaan telepon yang memasarkan modem untuk koneksi Internet “broadband.” Jika anda memiliki TV kabel, Anda mungkin dapat membeli sebuah modem kabel sehingga Anda dapat mengakses Internet melalui kabel yang membawa sinyal TV kerumah Anda. Perusahaan telepon menjual modem DSL (digital subscriber line). Baik modem kabel maupun DSL dapat membawa akses Internet berkeceparan tinggi ke rumah Anda.
Pemasangan modem dirumah yang memiliki lebih dari satu komputer mikro memiliki gerbang berkecepatan tinggi keinternet melalui modem kabel dan DSL. Cara membagi koneksi untuk beberapa komputer yaitu dengan menggunakan sebuah router nirkabel. Modem akan tersambung ke router, dan router akan tersambung kekomputer melalui sebuah jaringan nirkabel.
Keamanan nirkabel harus memiliki jarak sekitar 100 meter didalam sebuah bangunan, karena adanya dinding dan halangan-halangan lainnya. Jarak diluar ruangan kurang lebih tiga kali lebih jauh. Ini artinya bahwa pengguna-pengguna lain dengan kartu jaringan nirkabel akan dapat terhubung kerouter jaringan nirkabel anda jika mereka tinggal atau bekerja dekat dengan anda. Sehingga ketika memasang router, kemungkinan seseorang akan memasang sandi untuk membatasi jaringan nirkabelnya.
Fitur lain yang perlu dinyalakan adalah enkripsi data yang dikirimkan diantara komputer mikro dan router nirkabel. Enkripsi adalah proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan khusus. Data yang telah terenkripsi akan ditulis dalam kode sandi sedemikian rupa, sehingga kecil kemungkinan seseorang akan dapat membaca imformasi yang dikirimkan melalui jaringan nirkabel.
Keamanan Komputasi Rumah
Tiga aspek keamanan memiliki arti yang penting bagi komputer mikro yang digunakan dirumah dan ditempat kerja, yaitu:
Pembaruan. Terdapat dua jenis perbaruan (update), yang penting bagi pengguna individu. Yaitu update untuk sistem oprasi dan untuk peranti lunak aplikasi. Microsoft Windows adalah sistem oprasi yang paling populer bagi komputer mikro. Meng-update sistem oprasi penting bagi keamanan dan efisiensi. Aplikasi peranti lunak menambahkan fitur-fitur baru, jika tidak meng-update mungkin tidak dapat mempergunakannya sama sekali. Karena sistem operasi adalah program-program komputer yang mengendalikan sumber daya peranti keras dan peranti lunak, para hacker mencoba terus menerus untuk menipu dan memasukan peranti lunak yang berbahaya kedalam komputer. Sehingga lakukanlah update sistem oprasi yang digunakan.

Virus. Virus komputer adalah program-program komputer kecil yang menggandakan diri dengan memasukan diri mereka ke dalam sumber daya komputer seperti program atau file yang lama-kelamaan dapat mengambil alih sumber daya komputer karena begitu banyak program dan file yang terinfeksi dan tidak dapat dipergunakan kembali. 
Worm adalah file atau program yang berdiri sendiri. Pada umumnya worm ini dianggap sebagai virus, namun perbedaannya worm tidak tidak menempelkan diri pada program atau file untuk menggandakan diri atau merusaknya. Worm dapat menghapus file, mengirim e-mail dan menimbulakan masalah dengan berbagai cara. Virus ataupun worm disebarkan melalui jaringan.  Untuk menghindari hal ini yaitu dengan cara meng-install peranti lunak antivirus. Karena update peranti lunak antivirus secara rutin sama halnya seperti meng-update peranti lunak sistem oprasi.

Spyware, Adalah sebuah program komputer kecil yang mengawasi apa yang sedang dikerjakan dengan sumber daya komputer. beberapa spyware membajak browser web anda dengan membawa anda ke satu situs web tertentu setiap  kali anda memasukan satu kalimat untuk mencari di web. Untuk mengetahui suatu komputer terdapat spyware atau tidaknya dengan men-download antispyware dan memeriksa komputer anda.

C.    PERANTI LUNAK
Software atau perangkat lunak, adalah program komputer yang berfungsi sebagai sarana interaksi (penghubung) antara pengguna (user) dan perangkat keras (hardware). Terdapat dua jenis dasar peranti lunak: peranti lunak sistem dan aplikasi. Peranti lunak sistem dibutuhkan untuk menggunakan komputer,sedangkan peranti lunak aplikasi memproses data pengguna. Peranti lunak aplikasi dapat diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibuat sesuai pesanan untuk pengguna tertentu.
Peranti Lunak Sistem
Peranti lunak sistem (sistem software) atau yang disebut juga peranti lunak sistem operasi, menjalankan tugas-tugas mendasar yang dibutuhkan oleh seluruh pengguna dari satu komputer tertentu. Sistem operasi mengelola proses-proses komputer, dan berfungsi sebagai suatu antarmuka yang menghubungkan pengguna, peranti lunak aplikasi, dan peranti keras.
Contoh-contoh sistem operasi untuk komputer mikro adalah Windows XP dan Mac OS X. Sistem operasi untuk komputer-komputer yang lebih kecil biasanya berjalan pada lebih dari satu prosesor pabrikan, sedangkan sistem operasi untuk komputer-komputer mainframe besar, seperti OS/390 IBM, merupakan hak milik dan tidak dibagi dengan pembuat-pembuat komputer yang lain. UNIX adalah suatu sistem operasi yang tidak biasa dimana versi-versinya dapat dijalankan pada komputer mikro maupun mainframe. UNIX adalah sebuah freeware, setiap orang dapat secara gratis mempergunakan dan mengubahnya untuk memenuhi kebutuhan mereka masing-masing.
UNIX juga memiliki versi yang menjadi hak milik (atau vendor akan mengenakan biaya untuk penggunaan atau pembelian sistem operasi tersebut). Vendor menjadikan versi UNIX mereka menjadi hak milik dengan menambahkan fitur-fitur pada sistem operasi yang memperluas fitur-fitur standar versi UNIX yang gratis. Vendor-vendor ini masih mendistribusikan versi-versi gratis UNIX (yang kadang disebut versi “terbuka”) namun mereka juga secara agresif memasarkan versi-versi milik mereka di mana mereka dapat menjualnya kepada konsumen.
Semua komputer memiliki sistem operasi, namun sistem-sistem tersebut bervariasi dalam sejumlah fungsi dasar dan dalam bagaimana fungsi-fungsi tersebut dijalankan. Sistem operasi sebuah mainframe jauh lebih rumit daripada sistem operasi komputer mikro dengan pengguna tunggal, karena mainframe harus melakukan koordinasi dengan banyak alat-alat input dan output, juga menangani beberapa pengguna sekaligus.
Peranti Lunak Aplikasi
Ada beberapa macam peranti lunak aplikasi yaitu:
1. Peranti lunak siap pakai (prewritten application software), atau kadang-kadang disebut peranti lunak off-the-shelf, diproduksi oleh pemasok dan di jual kepada pengguna. Pengguna hanya perlu menginstall peranti lunak di peranti keras mereka, dengan sedikit atau tanpa modifikasi, agar dapat dipergunakannya. Peranti lunak siap pakai memiliki dua keuntungan penting :
·         Peranti lunak siap pakai telah langsung tersedia. Bisnis tidak harus menunggu programmer mengembangkannya selama tiga minggu atau enam bulan.                                                        
·         Peranti lunak siap pakai lebih mudah dari pada peranti lunak khusus.                                               
Pengguna akhir membuat peranti lunak aplikasi dalam jumlah signifikan yang dapat mereka pergunakan dalam tugas-tugas pekerjaan. Seluruh bisnis tahu bahwa pengembangan produk memiliki biaya tetap dan juga biaya variabel. Karena biaya tetap pengembangan begitu tinggi bagi kebanyakan peranti lunak aplikasi, dibandingkan dengan biaya variabel dalam memasarkan dan mendistribusikannya, biaya akhir bagi bisnis karena mempergunakan peranti lunak siap pakai menjadi tidak begitu besar, karena biaya pengembangan akan disebat di antara banyak pengguna. Peranti lunak aplikasi siap pakai sangat menarik bagi bisnis-bisnis lebih kecil yang memiliki jumlah karyawan yang terbatas untuk menulis program-program komputer.
2. Peranti lunak aplikasi khusus (custom aplications software). Terkadang sebuah organisasi memiliki oprasi yang unik. Dalam kasus-kasus seperti ini, bisnis mungkin memiliki programer atau sekelompok programer konsultannya sendiri yang menulis peranti lunak untuk memenuhi kebutuhannya. Peranti lunak seperti ini disebut dengan peranti lunak aplikasi khusus.
3. peranti lunak yang ditulis oleh pengguna. Pengguna akhir membuat peranti lunak aplikasi dalam penjumlahan signifikan yang dapat mereka pergunakan dalam tugas-tugas pekerjaannya. Faktor-faktor yang membuat para pengguna akhir membuat aplikasi mereka sendiri adalah kecepatan kapan aplikasi tersebut dibutuhkan.
Peranan Peranti Lunak yang Mudah Digunakan Pengguna
Peranti lunak komputer yang sederhana dan penggunaannya intuitif sering kali di katakan mudah digunakan pengguna (user-friendly). Istilah ini mungkin dapat memiliki suatu konotasi negatif di mana secara tidak langsung dapat diartikan bahwa aplikasi ini telah dibuat dengan begitu sederhana sehingga semua orang dapat mempergunakannya.
Karakteristik aplikasi yang mudah digunakan adalah sebagai berikut:
·         Dialog yang dipandu untuk mengarahkan pengguna sehubungan dengan data apa yang dibutuhkan, format data yang diminta, dan masalah-masalah lainnya yang serupa
·         Menu, daftar perintahdengan langkah-langkah yang ditampilkan kebawah, dan icon: banyak cara untuk menyelesaikan tugas yang sama memberikan panduan kepada pengguna yang masih awam sekaligus pada waktu yang bersamaan memungkinkan lebih banyak pengguna yang mahir mengambil jalan singkat untuk menyelesaikan tugas
·         Pola dan formulir-formulir isian
·         Bantuan yang sensitif pada konteks. Informasi yang membantu hendaknya diberikan pada titik tertentu di mana pengguna mengalami kesulitan, yang membutuhkan program komputer untuk tetap melacak pada bagian aplikasi sebelah mana permintaan spesifik pengguna berasal
·         Antarmuka berbentuk grafis dengan cara menggunakan simbol-simbol terstandardisasi; pengguna hendaknya tidak diharapkan untuk mempelajari icon-icon baru ketika setiap aplikasi ditulis. Harus terdapat standarisasi dalam arti dan penggunaan icon serta lokasinya pada antarmuka diantara berbagai jenis aplikasi.

D.    KOMUNIKASI
Kecepatan transmisi dapat antarkomputer yang berlangsung melalui sistem telepon publik sering kali lebih lambat dari pada ketika komputer tersambung melalui jaringannya sendiri. Alasannya adalah karena protokol untuk komunikasi sistem telepon publik dirancang untuk komunikasi suara dan kualitas serta kecepatan saluran komunikasi ini tidak harus tinggi. Protokol adalah spesifikasi dalam pemformatan data yang akan ditransfer di antara peralata komunikasi.
Koneksi Publik
Seseorang yang menggunakan sistem telepon tetap dapat memahami komunikasi. Protokol-protokol untuk sistem telepon publik dirancang untuk memenuhi kriteria minimum transmisi suara—transmisi analog bermutu rendah—dan kualitas yang dibutuhkan untuk komunikasi data secara signifikan lebih rendah dari pada yang dibutuhkan untuk transmisi data komputer. macam-macam koneksi sebagai berikut:
Modem telepon menghubungkan sekitar setengah komputer rumah ke internet pada kecepatan 56 Kbps (56.000), alat untuk menghubungkan komputer melalui saluran telpon standar.
Modem kabel memilki kecepatan 2 Mbs, yang merupakan alat yang menghubungkan ke kabel coaxial yang diberikan oleh penyedia layanan TV kabel kesebuah komputer untuk mendapatkan akses internet.kecepatan modem ini sangat bervariasi dengan kecepatan 2Mbps sebagai kecepatan yang sering kali dipublikasikan dalam iklan-iklan penyedia TV kabel.
Jaringan layanan digital terintegrasi (Integrated Services Digital Network), sebuah koneksi dengan menggunakan saluran telpon standar sebagai saluran terpisah yang masing-masing berkomunikasi pada kecepatan saluran-saluran ini digabungkan sehingga gabungan dasar “dasar” dari dua saluran akan menghasilkan kecepatan komunikasi sebesar 128 Kbps. Gabungan yang paling sering adalah 23 saluran, yang menghasilkan kecepatan komunikasi sebesar 1.5 Mbps.
Saluran berlangganan digital (Digital Subcriber Line), memiliki kecepatan 32 Mbps hal ini merupakan teknologi yang serupa dengan ISDN tetapi lebih canggih dalam mengambil kuntungan dari kemampuan kecepatan berkomunikasi saluran telepon.
Saluran Pribadi
Saluran pribadi (private line) adalah suatu sirkuit yang selalu terbuka untuk lalu lintas komunikasi Anda. Saluran pribadi yang ditunjukan untuk Anda digunakan disediakan oleh penyedia layanan yang umum, yaitu perusahaan telepon. Terdapat dua jenis saluran pribadi yang populer yaitu saluran T-1 dan T-3. Yang masing-masing memiliki kecepatan tranmisi maksimum sedikit di atas 1,5 Mbps, dan dapat mentranfer  data dengan kecepatan 43 Mbps.
Saluran T-1 dan T-3 keduannya merupakan kumpulan dari koneksi 64 Kbps diantara dua peralatan komunikasi telepon. Karena keduanya merupakan kumpulan dari koneksi tersebut maka salurannya dapat dikomplekskan. Jadi mereka dapat dipecah menjadi jalur-jalur komunikasi yang terpisah. Saluran T-1 sering digunakan oleh organisasi bisnis dengan lalu lintas komunikasi data yang tinggi, sedangkan saluran T-3 biasanya digunakan untuk para penyedia layanan.
Jaringan Pribadi Maya (Virtual Private Networks)
Saluran pribadi mahal biayanya, paling tidak jika dibandingkan dengan koneksi Internet. Saluran pribadi lebih aman, karena data organisasi Anda adalah satu-satunya data yang berada pada saluran komunikasi. Untuk menikmati keamanan dan kecepatan saluran pribadi namun tetap dapat menggunakan jaringan internet yang berbiaya rendah yaitu dengan VPN. Jaringan Pribadi Maya (Virtual Private Networks—VPN) untuk mengimplementasikanya, organisasi perlu mengadakan kontrak dengan penyediaan layanan  Internet yang menggunakan peranti lunak tunneling. Microsoft dan Cisco Syistem, sebagai dua vendor utama peranti keras komunikasi dan peranti lunak-peranti lunak terkait mendukung peranti lunak tunneling.
Komunikasi-Jaringan
Peranti lunak tunneling hanya mnciptakan seperangkat lokasi-lokasi perantara peralatan telepon yang akan mnyelenggarakan transfer komunikasi data tertentu. Privasi tetap dijaga karena tunnel tersebut tidak dibuat kecuali jika komputer pengirim dan penerima saling mengonfirmasikan kebenaran masing-masing.
International organization for standardization didirikan pada tahun 1946; organisasi ini menciptakan arsitekture standar Interkoneksi Sistem Terbuka (Open Systems Interconnection—OSI) bagi koneksi-koneksi jaringan. OSI terdiri atas tujuh model lapisan yang ditampilkan dalam tabel dibawah ini:

Protokol untuk Komunikasi Komputer
Komputer pada awalnya tidak dirancang untuk  berbagi data dengan komputer lain, dan hanya dengan terminal-terminal. Terminal adalah suatu alat yang tidak memilki ruang penyimpanan atau prosesor, terminal hanya menyediakan alat memasukan dan menampilkan data bagi komputer. IBM menyadari keterbatasan komunikasi ini sebagai suatu masalah, khususnya karena perusahaan tersebut ingin menjual beberapa komputer kepada satu perusahaan. Sebagai tanggapan atas keterbatasan komunikasi ini, IBM dan perusahaan-perusahaan lain mulai mengembangkan protokol komunikasi.
           IBM menciptakan System Network Architecture sebagai satu protokol miliknya pada tahun 1974. Protokol ini dirancang untuk komputer-komputer besar, bukan komputer mikro. IBM juga menyadari bahwa tidak semua pelanggannya mampu  atau ingin mengeluarkan biaya tambahan untuk mengendalikan peranti keras. Kemudian perusahaan mulai mengembangkan protokol miliknya yang tidak mengandalkan diri pada satu komputer induk untuk mengendalikan komunikasi kekomputer-komputer lain, melainkan yang akan memperlakukan komputer lain sebagai sesama (peer).
           Protokol peer to peer memungkinkan setiap komputer untuk bertindak sebagai pengendali dirinya sendiri. IBM menamakan protokol ini lingkaran tanda (token ring), karena satu tanda token logis akan diedarkan diantara sesama komputer. komputer yang memegang token adalah komputer yang diperbolehkan untuk mengendalikan komunikasi.
           Xerox mengembangkan satu arsitektur komunikasi peer-to-peer  yang berbeda pada awal tahun 1970-an, dan dengan bekerja sama dengan intel dan digital equipment corporation, mengeluarkan Ethernet. Ethernet adalah suatu protokol terbuka bagi kiomunikasi peer-to-peer. Berbeda denga token ring milik IBM, Ethernet bekerja dijalur tranmisi tunggal, tidak ada token yang diedarkan untuk menentukan komputer mana yang mengendalikan media komunikasi.
Paket
Paket data adalah satu bagian dari data total yang akan dikomunikasikan, digabungkan dengan alamat komputer yang dituju, komputer pengiriman,dan informasi kendali lainnya. Salah satu protokol penggantian paket yang lebih penting adalah transmision control protokol.
Alamat Jaringan Internet                                                                 
Untuk menjalankan paket-paket melalui jaringan, setiap komputer yang menangani paket data harus memiliki suatu alamat yang unik. ketika menjalankan paket-paket di Internet maka akan dipergunakan alamat IP. Alamat IP adalah empat bagian kumpulan angka (yang masing-masing antara 0 hingga 255), yang dipisahkan oleh titik. Bagian-bagian alamat tersebut akan menunjukkan jaringan, host, subjaringan, dan komputer yang sedang dituju, sebagai contoh, alamat IP untuk University of North Carolina di Wilmington adalah 152.20.9.40.

E.     JENIS-JENIS JARINGAN
Meskipun banyak pengguna merasakan sepertinya hanya terdapat satu jaringan, yaitu Internet, terdapat beberapa jenis jaringan yang membangun blok-blok yang bergabung dan memungkinkan terjadinya Internet. Internet itu sendiri hanyalah satu jaringan dari jaringan-jaringan lain.
Memahami bermacam-macam jenis jaringan merupakan hal penting, karena masing-masing dapat memainkan peranan yang berbeda dalam strategi komunikasi perusahaan. Bermacam-macam jenis jaringan secara efektif dapat membagi-bagi komunikasi. Sebagai analoginya adalah tata ruang gedung yang di tempati oleh sebuah perusahaan.
           Untuk dapat dimasukkan ke dalam suatu jaringan, setiap peralatan-setiap komputer, printer, atau alat-alat lain yang serupa harus terpasang pada media komunikasi melalui kartu antarmuka jaringan. Kartu antarmuka jaringan atau  network interface card (NIC) bertindak sebagai suatu perantara diantara data yang bergerak menuju dan dari komputer atau peralatan lain dan jaringan.

Jaringan Area Lokal (Local Area Networks)
Jaringan Area Lokal atau Local Area Networks (LAN) adalah sekelompok komputer dan alat-alat lainnya (seperti printer) yang terkoneksi oleh suatu media yang sama. Media ini biasanya berupa kabel tembaga, namun dapat berupa nirkabel, serat optik, atau media-media lainnya. LAN biasanya menggabungkan komputer-komputer yang secara fisik berdekatan, seperti berada di ruangan atau gedung yang sama. Hanya komputer dan alat-alat lain dalam jumlah yang terbatas yang dapat terhubung ke satu LAN.
           Sebagai aturan umum, LAN mencakup jarak total sebesar kurang dari satu setengah mil, dengan jarak diantara kedua alat tidak lebih dari 60 kaki. Jarak ini hanya merupakan panduan, karena spesifikasi yang dikarenakan oleh jenis media komunikasi, NIC yang digunakan, dan peranti lunak LAN akan menentukan jarak nyata yang dibutuhkan. Kecepatan data transmisi saat ini di dalam LAN biasanya berjalan dari 10 juta hingga 1.000 juta bit per detik (10 Mbps hingga 1 Gigabit per detik). LAN hanya menggunakan media jaringan pribadi: LAN tidak memindahkan data melalui sistem telepon publik.

      Peranti keras jaringan komunikasi
REUTER
Alat yang menghubungkan LAN. Router tidak hanya memancarkan kembali data tetapi juga mengolah informasi pengendali yang dimuat dalam paket-paket komunikasoi agar menentukan LAN mana yang akan menerima data.
SWITCH
Switch menyaring data dari satu jalur jaringan ketika jalur tersebut tidak akan berisi computer yang dituju. Sebagai hasil dari penyaringan akan menghilangkan lalu lintas data yang tidak perlu untuk menjadikan komunikasi lebih efisien.


Jaringan Area Metropolitan dan Jaringan Area Luas
           Jaringan Area Metropolitan atau metropolitan area network (MAN) adalah suatu jaringan yang memiliki batas jarak fisik sebesar kurang lebih 30mil. Jarak yang di jangkau ini membedakan MAN dari LAN. Secara konsep, MAN mungkin merupakan jaringan yang menghubungkan seluruh suite di dalan gedung ( seluruh departemen). Menghubungkan beberapa gedung dari satu organisasi bersama, seperti bangunan-bangunan dalam kampus sebuah universitas, adalah aplikasi umum dari MAN.
Jaringan area luas atau wide area network (WAN)
           Digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer dan alat-alat lainnya ketika jaraknya melebihi batasan LAN dan MAN. WAN menggunakan satu carrier umum, sistem telepon publik. Dengan koneksi Internet yang semakin meluas, minat akan WAN pun menurun. Untuk tujuan kepraktisan, WAN telah digantikan oleh Internet.
Internet
Internet telah memberikan dampak yang jauh lebih besar pada komunikasi berbasis komputer dari pada perkembangan yang lain, dan ia juga telah memunculkan aplikasi-aplikasi khusus lainnya seperti intranet dan ekstranet. Sederhananya, internet hanyalah sekumpulan jaringan yang dapat disatukan bersama. Jika memiliki satu LAN dinsatu suit kantor dan LAN disuit kantor lainnya , ana dapat menggabungkan keduannya, sehingga mencipatkan suatu internet.

Intranet
Organisasi dapat membatasi akses kejarinagn mereka hanya kepada anggota-angota organisasi dengan menggunakan intranet. Intranet menggunakan protokol jaringan yang sama dengan internet. Namun membatasi akese kesumber daya komputer hanya pada sekelompok orang terpilih didalam organisasi.
Ekstranet
Beberapa pengguna dalam suatu jaringan yang memilki otorisasi bisa jadi berada diluar batas perusahaan. Koneksi kepengguna di luar perusahaan kemungkinan besar akan dapat dilakukan melalui internet. Ketika intranet diperluas untuk mencakup pengguna-pengguna diluar perusahaa, maka disebut sebagai ektranet.
KONVERGENSI KOMPUTASI DAN KOMUNIKASI
Alat-alat komputasi dan alat-alat komunikasi kini saling menyertakan fitur-fitur yang dimiliki diantara keduanya. Kemungkinan-kemungkinan yang ada dibatasi oleh usia baterai, kecepatan komunikasi, dan keamanan, ukuran tampilan dan keyboard, serta imajinasi pengguna. Semua komputasi akan dikerjakan oleh prosesor komputer yang ter dapat di dalam telepon Anda
           Voice over internet protocol adalah perlewatan komunikasi suara melalui internet laksana komunikasi digital. Setiap sinyal suara yang dapat digitalisasi dan dikirimkan melalui internet dan dimaiknkan kembali pada pengeras suara.


BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
            Komponen perangkat keras computer terdiri dari prosesor, memori, ruang penyimpanan alat input, alat outputdan alat input/output. Alat-alat komputasi pribadi adalah telpon selular dengan pesan video interaktif, telpon selular cerdas, jaringan rumah,
            Perangkat lunak terdiri dari peranti lunak sitem dan peranti lunak aplikasi, yang terbagi menjadi bebrapa bagian yaitu siap pakai, khusu dan ditulis oleh pengguna. Jenis-jenis jaringan komputasi Lokal Area Network, Metropolitan Area Network, dan Wide area network.
Dengan adanya sumber komputasi maka komunikasi pun berjalan. Dengan adanya jaringan-jaringan para manajer dapat mengunakan waktunya secara efektif dan efisien khususnya dalam pengambilan keputusan yang akurat dan tepat. Komunikasi membutuhkan standar karena berbagai perusahaan peranti keras komputerdan telepon harus mempunyai penyajian data yang sama dan dapat dipahami disepanjak pergerakan media komunikasi. Untuk mencapai komunikasi yang baiok maka dari sumber komputasi harus memilki alat-alat yang cepat, dan aman.




DAFTAR PUSTAKA
Reymond, MC Leod. 2009. Sistem Informasi Manajemen. Salemba Empat        

Minggu, 29 September 2019

Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi


Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi ”
Tugas Pertemuan 4 Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen Pembimbing : Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si



Image result for logo umb

Disusun Oleh :
Theresia Magdalena          (43218110075)

               
FAKULTAS EKONOMI BISNIS (AKUNTANSI)
UNIVERSITAS MERCU BUANA
2019


KATA PENGANTAR

                         Puji syukur penulis sanpaikan kepada Tuhan YME yang telah memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini. Adapun latar belakang penulis membuat TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN : PENGGUNA DAN PENGEMBANG SISTEM INFORMASI untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si Sebagai dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
                       Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam rangka penyelesaikan proposal ini, selain itu kerja sama yang baik diantara semua pihak yang terlibat dengan penulis membuat proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
                         Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, masih banyak hal yang kurang dalam penulisan proposal ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat memperbaikinya. Harapan penulis, semoga proposal ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber ilmu yang baru bagi kita semua.



                                                                         Jakarta, 30 September 2019.
                                                                                       Penulis,







DAFTAR ISI

COVER i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I - PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 2
Tujuan
BAB II - PEMBAHASAN 3
1.    Pengertian Pengembangan Sistem 3
2.    Prinsip Pengembangan Sistem 5
3.    Proses Pengembangan Sistem 6
4.    Siklus & Metode Pengembangan Sistem 12
5.    Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem 19
6.    Keterlibatan User Dalam Pengembangan Sistem 19
BAB III - PENUTUP 20
DAFTAR PUSTAKA 21














BAB I
PENDAHULUAN

1.           Latar Belakang

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah Teknologi Informasi) sudah ada sejak zaman dahulu. Mulai dari gambar-
gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakkan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet. Sistem Informasi dari setiap zaman akan selalu mengalami perubahan dan pengembangan sistem informasi. Dari tahun ke tahun sistem informasi semakin maju, semakin modern dan semakin luas cakupan informasinya.

Pengembangan sistem informasi dimulai dari tingkat kebutuhan masyarakat. Dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan informasi maka akan semakin cepat pula sistem informasi mengalami pengembangan. Informasi yang disampaikan pun berkembang. Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur.










2.           Rumusan Masalah

Berdasarkan dari latar belakang di atas maka penulis mengangkat rumusan masalah sebagai berikut.
1.    Apa Pengertian Pengembangan Sistem ?
2.    Apa Saja Prinsip Pengembangan Sistem ?
3.    Bagaimana Proses Pengembangan Sistem ? 
4.    Bagaimana Siklus Dan Metode Pengembangan Sistem ? 
5.    Apa Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem  ?
6.    Apa Keterlibatan User Dalam Pengembangan Sistem ? 

3.           Tujuan

*      Untuk mengetahui pengertian dari pengertian pengembangan sistem
*      Untuk mengetahui apa saja prinsip pengembangan sistem.
*      Untuk mengetahui bagaimana proses pengembangan sistem.
*      Untuk mengetahui bagaimana siklus dan metode pengembangan sistem.
*      Untuk mengetahui penyebab kegagalan pengembangan sistem.
*      Untuk mengetahui keterlibatan user dalam pengembangan sistem.










BAB II
PEMBAHASAN


1.   Pengertian Pengembangan Sistem 
Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, adanya permasalahan-permasalahan yang timbul di sistem yang lama yang dapat berupa:  
Ø  Ketidakberesan 
Ketidakberesan dalam sistem yang lama menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan yang diharapkan. Ketidakberesan ini dapat berupa: 
o   Kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaan perusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurangterjamin.
o   Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin. 
o   Tidak efisiennya operasi.
o   Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan. 
Ø  Pertumbuhan organisasi 
Pertumbuhan organisasi yang menyebabkan harus disusunnya sistem yang baru. Pertumbuhan organisasi diantaranya adalah kebutuhan informasi yang semakin luas, volume pengolahan data semakin meningkat, perubahan prinsip akuntansi yang baru. Karena adanya perubahan ini, maka menyebabkan sistem yang lama tidak efektif lagi, sehingga sistem yang lama sudah tidak dapat memenuhi lagi semua kebutuhan informasi yang dibutuhkan manajemen. 
Teknologi informasi telah berkembang dengan cepatnya. Perangkat keras komputer, perangkat lunak dan teknologi komunikasi telah begitu cepat berkembang. Organisasi mulai merasakan bahwa teknologi informasi ini perlu digunakan untuk meningkatkan penyediaan informasi sehingga dapat mendukung dalam proses pengambilan keputusan yang akan dilakukan oleh manajemen. Dalam keadaan pasar bersaing, kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana-rencana yang telah disusun untuk meraih kesempatan-kesempatan yang ada. Penyusunan sistem yang baru dapat juga terjadi karena adanya instruksi - instruksi dari atas pimpinan ataupun dari luar organisasi, seperti misalnya peraturan pemerintah. 
Berikut ini dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahan permasalahan dan kesempatan - kesempatan yang dapat diraih, sehingga menyebabkan sistem yang lama harus diperbaiki, ditingkatkan bahkan diganti keseluruhannya. Indikator-indikator ini diantaranya adalah sebagai berikut: Keluhan dari langganan, pengiriman barang yang sering tertunda, pembayaran gaji yang terlambat, laporan yang tidak tepat waktunya, isi laporan yang sering salah, waktu kerja yang berlebihan, produktifitas tenaga kerja yang rendah, kehilangan kesempatan kompetisi pasar, kesalahan-kesalahan manual yang tinggi, kapasitas produksi yang menganggur, pekerjaan manajer yang terlalu teknis. 












2.   Prinsip Pengembangan Sistem 
1. Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen. 
2. Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar. 
3. Semua alternatif yang ada harus diinvestigasi. 
4. Investasi yang terbaik harus bernilai. 
5. Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik. 
6. Tahapan kerja dan tugas yang dilakukan dalam proses pengembangan system.  
7. Proses pengembangan sistem tidak harus urut. 
8. Jangan takut membatalkan proyek. 
9. Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan system.












3.   Proses Pengembangan Sistem 
Dengan telah dikembangkannya sistem yang baru, maka diharapkan akan terjadi peningkatan-peningkatan di sistem yang baru. Peningkatanpeningkatan ini berhubungan dengan PIECES (Jogiyanto, 2001) yaitu sebagai berikut: 
Ø  Performance (kinerja), peningkatan terhadap kinerja (hasil kerja) sistem yang baru sehingga menjadi lebih efektif. Kinerja dapat diukur dari throughput dan response time. Throughput adalah jumlah dari pekerjaan yang dapat dilakukan suatu saat tertentu. Response time adalah rata - rata waktu yang tertunda diantara dua transaksi atau pekerjaan ditambah dengan waktu response untuk menanggapi pekerjaan tersebut. 
Ø  Information (informasi), peningkatan terhadap kualitas informasi yang disajikan. 
Ø  Economy (ekonomis), peningkatan terhadap manfaat - manfaat atau keuntungankeuntungan atau penurunan - penurunan biaya yang terjadi. 
Ø  Control (pengendalian), peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangankecurangan yang dan akan terjadi. 
Ø  Efficiency (efisiensi), peningkatan terhadap efisiensi operasi. Efisiensi berbeda dengan ekonomis. Bila ekonomis berhubungan dengan jumlah sumber daya yang digunakan, efisiensi berhubungan dengan bagaimana sumber daya tersebutdari outputnya dibagi dengan inputnya. 
Ø  Services (pelayanan), peningkatan terhadap pelayanan yang diberikan oleh sistem. 
Proses pengembangan sistem yaitu seperangkat aktivitas, metode, dan praktik dan alat-alat terotomatisasi yang digunakan untuk meningkatkan dalam pengembangan sistem dan software. Pada awal berkembangnya system informasi, pengembangan system informasi dilakukan oleh programmer. Manajemen perusahaan (user) meminta kepada programmer untuk membuatkan program tertentu yang bisa membantu aktivitasnya. Deangan permintaan tersebut programmer akan meminta data yang harus dimasukkan dan laporan atau informasi yang ingin dikeluarkan, berdasarkan data dan laporan inilah programmer mulai dan bekerja.  Hasil akhir dari pekerjaan ini ternyata informasi yang dihasilkan tidak memuaskan dan saat itulah muncul pemikiran perlu adanya analisis sebelum sistem informasi dirancang, dan lahirlah satu metode pengembangan sistem informasi. Suatu sistem yang akan diterapkan dalam suatu organisasi biasanya akan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut: 
a.    Analisis sistem 
Dalam menerapkan sistem informasi terlebih dahulu perlu dilakukan analisis sistem, hal ini dimaksudkan agar sistem benarbenar aplikabel dalam suatu kerangka organisasi tertentu. Analisis sistem merupakan suatu upaya untuk mencari secara spesifik hal-hal yang dibutuhkan dalam suatu sistem baik oleh pemakai sistem maupun ruang lingkup pekearjaan sistem. Dalam melakukan analisis sistem seorang analis sistem harus melakukan penelitian secara umum sebelum melakukan analisis secara terinci. 
Rasional analisis sistem 
Terdapat beberapa pertimbangan kenapa diperlukan analisis sistem dalam suatu organisasi pertimbangan tersebut antara lain: 
1.    Problem solving. Sistem yang ada / sedang berjalan tidak dapat berfungsi dengan baik  (tidak efektif dan efisien) sehingga perlu diperbaiki 
2.    New regulation. Adanya aturan baru baik dalam masalah keuangan maupun Sumberdaya lainnya akan menuntut suatu perubahan tertentu dalam mekanisme organisasi termasuk dalam sistem informasi 
3.    New policy. Kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pimpinan puncak akan berakibat pada perlunya upaya - upaya penyesuaian dalam pengelolaan sistim informasi, sehingga sistem yang ada perlu dikaji dan dianalisis kembali 
4.    New technology. Penggunaan teknologi baru akan berimplikasi pada perubahan dalam penataan dan pengelolaan serta mekanisme organisasi, sehingga diperlukan penyesuaian sesuai dengan tuntutan penggunaan teknologi baru tersebut, untuk itu penerapannya memerlukan anaisis sistem yang cermat.  
5.    System improvement. Terkadang akibat perubahan lingkungan eksternal yang sangat cepat berakibat pada kesulitan sistem internal beradaptasi, untuk itu perlu dilakukakan upaya perbaikan sistem, yang sebelumnya sudah tentu diperlukan analisis atas sistem yang ada/sistem yang sedang berjalan 


Menentukan luas analisis sistem 
Analisis sistem merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan (sebagai pedoman umum) 
1.    Apa yang harus dicakup dalam suatu sistem (termasuk sistem yang baru) secara umum?
2.    Informasi apa yang diperlukan? 
3.    Siapa yang memerlukan informasi, dimana dan dalam bentuk apa? 
4.    Dari mana dan dalam bentuk apa informasi yang dikumpulkan? 
5.    Bagaimana data/informasi tersebut dikumpulkan? 
Pertanyaan - pertanyaan tersebut akan dapat membantu dalam menentukan luas analisis sistem, disamping sudah tentu ketersediaan dana dalam pelaksanaan analisis sistem tersebut. 
Dalam upaya tersebut diperlukan langkah - langkah pengumpulan fakta dengan kerangka kerja melalui kegiatan : 
1.    Analisis tingkat keputusan. Mencari informasi pada tingkatan pimpinan yang berperan sbagai decision maker 
2.    Analisis arus informasi. Mencari informasi guna mengidentifikasi informasi apa yang dibutuhkan, oleh siapa, dan darimana informasi itu diperoleh serta perangkat keras apa yang dipergunakan 
3.    Analisis input - output. Mengidentifikasi input-output dari suatu bagian serta organisasi secara keseluruhan dalam upaya tersebut proses identifikasi dapat dilakukan melalui kegiatan; wawancara, observasi dan penggunaan angket / studi dokumentasi. 
 





b.     Desain sistem 
Desain (design) merupakan upaya untuk menggambarkan, merencanakan, pembuatan sketsa atau penyusunan elemen - elemen menjadi sutu kesatuan yang utuh. Desain sistem berarti memadukan sistem sebagai suatu keseluruhan. Dalam melakukan desain sistem, analis sistem harus sudah mengetahui paling tidak tiga hal yaitu: keluaran / output, masukan / inputfile, file yang dibutuhkan dalam tahap permulaan langkah penentuan desain  konseptual (sering dipadankan dengan feasibility design / gross design / high level design) sangat penting, mengingat hal ini akan sangat berpengaruh pada arah dan kejelasan sistem informasi manajemen yang akan digunakan. Adapun input untuk desain konseptual adalah: 
1.    Rumusan singkat mengenai kebutuhan informasi manajemen 
2.    Seperangkat sasaran manajemen untuk SIM adapun tugas - tugas pokok dalam melaksanakan desain konseptual menurut Murdick et.al (2011) adalah : 
Ø  Mendefinisikan masalah secara terinci 
Ø  Menyaring sasaran manajemen untuk  menetapkan sasaran sistem 
Ø  Menetapkan kedala sistem 
Ø  Menentukan kebutuhan dan sumber informasi 
Ø  Mengembangkan desain-desain alternatif dan memilih salah satunya
Ø  Mendokumentasikan desain sistem konseptual 
Mendefinisikan masalah bermakna bahwa sebelum melakukan pendesaian sistem maka analisis sistem perlu menalami masalahmaslah yang dihadapi oleh suatu sistem yang sudah ada atau oleh bidang kerja organisasi yang akan disusun rancangan sistemnya. Hal ini dimaksudkan agar nantinya sistem yang diterapkan dapat dengan tepat menjawab / memecahkan masalah yang dihadapi oleh organisasi/atau masalah yang mungkin dihadapi. 
Setelah dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada, maka dapat diketahui sasaran manajemen yang ingin dicapai, dan apabila sasaran tersebut cukup bervariasi dan beragam, maka analis sistem harus berupaya menyaring sasaran utama yang dapat mencakup/memenuhi sasaran lainnya, hal ini tidak sederhana sehingga perlu pengkajian dan diskusi dengan para akhli serta pihak intern organisasi, agar penyaringan sasaran tepat (Burch, 2001). 
Menetapkan kendala sistem dimaksudkan agar bila sistem telah diterapkan kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan, atau apabila dikenakan pada sistem yang ada, diharapkan agar sistem baru yang diterapkan dapat terhindar dari kendala-kendala tersebut. Kendala dapat terjadi dalam unsur hardware maupun software atau bahkan keduanya, disamping kendala SDM. 
Langkah berikutnya adalah menentukan informasi apa yang dibutuhkan, ini tergantung kepada siapa yang membutuhkan, top manajemen berbeda kebutuhan informasinya dengan middle manajemen ataupun karyawan operasional baik dalam keluasannya maupun lingkupnya. Sesudah itu tentukan dari mana informasi itu dapat/harus diperoleh apakah murni dari pihak intern organisasi atau harus melibatkan unsur di luar organisasi. 
Apabila langkah-langkah tersebut sudah dilakukan maka perlu dirumuskan/dikembangkan desain sistem yang mungkin diterapkan, oleh karena itu perlu dikemukakan alternatif-alternatif sistem agar memungkinkan dilakukan pemilihan sistem yang paling aplikabel. Langkah ini penting dan akan sangat bermanfaat guna mempelajari kelibihan dan kekurangan masing-masing desain sistem, sesudah iru kalau mungkin memadukannya untuk meminimalisir/menghilangkan kekurangan-kekurangannya. 

c.     Implementasi sistem 
Desain sistem yang sudah dipilih baik itu untuk mengisi sistem baru maupun mengganti sistem yang lama dalam penerapannya perlu dilakukan secara hati - hati, hal ini berkaitan dengan kemungkinan terjasinya kendala yang sipatnya praktis yang belum terpikirkan dalam model desain yang dipilih 
Terdapat beberapa tahapan yang perlu diperhatikan dalam implementasi sistem antara lain: 
Ø  Tahapan uji coba
Ø  Tahapan evaluasi 
Ø  Tahapan perbaikan/revisi 
Ø  Tahapan penerapan sistem 
Tahapan uji coba merupakan tahapan penerapan sistem dengan suatu pengawasan yang cermat pada tiap-tiap sub sistem, tahapan ini pada dasarnya merupakan implementasi sistem yang sebenarnya dalam kondisi yang sebenarnya juga, sehingga apa yang terjadi pada tahapan ini itulah yang akan terjadi dalam penerapan sistem selanjutnya. Seorang analis sistem dalam tahapan ini paling tidak melakukan dua hal penting yaitu: 
Ø  Mencatat masalah / kejadian penting yang merupakan suatu penyimpangan dari yang seharusnya 
Ø  Melakukan langkah koreksi / perbaikan darurat agar uji coba dapat terlaksana sampai selesai sesuai yang direncanakan 
Ø  Menghentikan uji coba apabila terjadi penyimpangan yang sangat fatal apalagi jika membahayakan 
Apabila desain sistem yang dibuat dimaksudkan untuk mengganti sistem yang sudah ada maka uji coba perlu dilakukan secara bersama-sama, cara ini akan sangat bermanfaat karena dapat sekaligus membuat suatu perbandingan antara sistem yang akan menjadi pengganti dengan sistem yang akan digantikannya, meskipun desain sistem baru mengacu pada upaya peningkatan kinerja sistem yang sudah ada sehingga secara umum sudah diketahui masalah-masalah yang dihadapinya sebagai hasil analisis sistem sebelum desain sistem baru dibuat. 
Tahapan evaluasi merupakan tahapan yang bisa dilakukan selama uji coba berlangsung atau sesudah uji coba selesai, namun evaluasi secara menyeluruh biasanya dilakukan sesudah uji coba tuntas. Apabila hasil evaluasi menunjukan masih banyak masalah maka langkah revisi harus dilakukan baik itu revisi partial maupun revisi total, dengan acuan utamanya efektivitas dan efisiensi sistem, sesudah tahapan-tahapan tersebut selesai barulah sistem tersebut dilaksanakan sepenuhnya.  

4.   Siklus, Metode dan Teknik Pengembangan Sistem 
Dengan berkembangnya teknologi yang sangat pesat dewasa ini dimana hampir semua sektor kehidupan memanfaatkan dan tergantung kepada kemajuan teknologi khususnya teknologi komputer, para pengembang sistem informasi dituntut untuk menyajikan software aplikasi sistem informasi yang lebih kompleks dan berkualitas tinggi untuk mendukung perkembangan dunia usaha yang terus berkembang saat ini.
Tetapi banyak yang belum sepenuhnya didukung dengan tersedianya sumber daya manusia yang memadai sehingga lamban dalam mengantisifasi terhadap perkembangan teknologi baru serta tidak memilikinya metode dan prosedur yang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan yang semakin semakin kompleks. Sering kali antara metode, prosedur dan teknologi tidak dapat diintegrasikan sacara optimal. Kondisi-kondisi seperti ini menghasilkan sistem informasi yang kurang mendukung peningkatan produktifitas, sehingga memaksa manajemen dihadapkan kepada dua alternatif keputusan antara memiliki sistem informasi yang berkualitas atau melakukan efisiensi pengembangan.
Dalam pengembangan sistem informasi kita mengenal adanya siklus sistem informasi (life sycle). Pada perkembangan selanjutnya banyakj profesional sistem informasi yang mengatakan bahwa siklus sistem informasi ini sudah tidak dapat dipergunakan lagi dan diganti kedudukannya dengan diperkenalkannya teknik-teknik dan metode pengembangan sistem informasi yang baru sedangkan sebagian lagi mengatakan bahwa siklus sistem informasi masih tetap ada dan keberadaannya dilengkapi dengan adanya teknik dan metode lainnya. Uraian selanjutnya pada bab ini akan menjelaskan bagaimana pengertian dari terminologi-terminologi yang digunakan diatas. 
Ø  Siklus (Life Cycle) dalam hal ini siklus Sistem Informasi adalah tahapantahapan dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam mengembangkan sistem informasi, tanpa memperhatikan sistem informasi jenis apa yang akan dibuat dan seberapa luas yang harus di hasilkannya. 
Ø  Teknik (Technique) adalah pendekatan bagaimana menggunakan alatalat dan peraturan-peraturan yang melengkapi satu atau lebih tahapantahapan dalam siklus pengembangan sistem informasi. 
Ø  Metodologi adalah rincian secara menyeluruh dari siklus pengembangan sistem informasi yang mencakup; langkah demi langkah tugas dari masing-masing tahapan, aturan yang harus dijalankan oleh individu dan kelompok dalam melaksanakan tugas, standar kualitas dan pelaksanaan dari masing-masing tugas, teknik-teknik pengembangan yang digunakan untuk masing-masing tugas ini berkaitan dengan teknologi yang digunakan oleh pengembang. 
Teknik Terstruktur 
Teknik terstruktur, merupakan pendekatan formasl untuk memecahkan masalah-masalah dalam aktivitas bisnis menjadi bagian-bagian kecil yang dapat diatur dan berhubungan untuk kemudian dapat disatukan kembali menjadi satu kesatuan yang dapat dipergunakan untuk memecahkan masalah. Dalam hubungannya dengan pengembangan system informasi dan software aplikasi system informasi, teknik terstruktur terbagi menjadi: 
Ø  Pemrograman terstruktur adalah proses yang berorientasi kepada teknik yang digunakan untuk merancang dan menulis program secara jelas dan konsisten 
Ø  Desain terstruktur merupakan salah satu proses yang beroirentasi teknik yang digunakan untuk memilah-milah program besar ke dalam hirarki modul-modul yang menghasilkan program komputer yang lebih kecil agar mudah untuk diimplementasikan dan dipelihara (dirubah) 
Ø  Analisis Terstruktur Modern merupakan teknik yang berorientasi kepada proses yang paling populer dan banyak digunakan dewasa ini.  
Ø  Pemodelan Data merupakan suatu teknik yang berorientasi kepada data dengan menunjukkan sistem hanya datanya saja terlepas dari bagaimana data tersebut akan diproses atau digunakan untuk menghasilkan informasi. 
Ø  Rekayasa Informasi merupakan perpaduan dari pemodelan data dan proses, juga memberikan penekanan baru terhadap pentingnya perencanaan sistem informasi.  



System Development Life Cycle (SDLC) 
SDLC adalah salah satu metode pengembangan sistem informasi yang populer pada saat sistem informasi pertama kali berkembang. SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. SDLC juga merupakan alat untuk manajemen proyek yang bisa digunakan untuk merencanakan, memutuskan dan mengontrol proses pengembangan system informasi. Langkah yang digunakan meliputi: 
Ø  Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi 
Ø  Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan 
Ø  Menentukan permintaan pemakai sistem informasi 
Ø  Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik 
Ø  Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) 
Ø  Merancang sistem informasi baru 
Ø  Membangun sistem informasi baru 
Ø  Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru 
Ø  Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem  

Metode Prototyping 
Secara umum tujkuan pengembangan sistem informasi adalah untuk memberikan kemudahan dalam penyimpanan informasi, mengurangi biaya dan menghemat waktu, meningkatkan pengendalian, mendorong pertumbuhan, meningkatkan produktifitas serta profitabilitas organisasi. Dalam beberapa tahun terakhir ini peningkatan produktifitas organisasi ini dibantu dengan berkembangnya teknologi komputer baik hardware maupun softwarenya. Tetapi tidak semua kebutuhan sistem informasi dengan komputer itu dapat memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi organisasi. Keterbatasan sumber daya dan anggaran pemeliharaan memaksa para pengembang sistem informasi untuk menemukan jalan untuk mengoptimalkan kinerja sumber daya yang telah ada. 
Karakteristik dari suatu sistem informasi manajemen yang lengkap tergantung dari masalah yang dihadapi, proses pengembangannya dan tenaga kerja yang akan dikembangkannya. Seiring dengan perkembangan permasalahan karena berubahnya lingkungan yang berdampak kepada perusahaan maka yang menjadi parameter proses pengembangan sistem informasi yaitu masalah yang dihadapi, sumber daya yang tersedia dan perubahan, sehingga hasil pengembangan sistem informasi manajemen baik yang diharapkan oleh perorangan maupun oleh organisasi turut berubah.
Perubahan tersebut pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian dan menambah kompleks/rumit masalah yang dihadapi oleh para analis sistem informasi. Metode tradisional seperti SDLC dianggap tidak lagi mampu memenuhi tantangan perubahan dan kompleksnya masalah yang dihadapi tersebut. Sekitar awal tahun delapan puluhan, para profesional dibidang sistem informasi memperkenalkan satu metode pengembangan sistem informasi baru, yang dikenal dengan nama metode prototyping.
Metode prototyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi manajemen, tidak hanya sekedar suatu efolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan refolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen. Metode ini dikjatakan refolusi karena merubah proses pengembangan sistem informasi yang lama (SDLC).
Menurut literatur, yang dimaksud dengan prototipe (prototype) adalah ”model pertama”, yang sering digunakan oleh perusahaan industri yang memproduksi barang secara masa. Tetapi dalam kaitannya dengan sistem informasi definisi kedua dari Webster yang menyebutkan bahwa ”prototype is an individual that exhibits the essential peatures of later type”, yang bila diaplikasikan dalam pengembangan sistem informasi manajemen dapat berarti bahwa Prototipe tersebut adalah sistem informasi yang menggambarkan hal-hal penting dari sistem informasi yang akan datang. Prototipe sistem informasi bukanlah merupakan sesuatu yang lengkap, tetapi sesuatu yang harus dimodifikasi kembali, dikembangkan, ditambahkan atau digabungkan dengan sistem informasi yang lain bila perlu.
Dalam beberapa hal pengembangan software berbeda dengan produkproduk manufaktur, setiap tahap atau fase pengembangan sistem informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seluruh proses yang harus dilakukan. Proses ini umumnya hanya untuk satu produk dan karakteristik dari produk tersebut tidak dapat ditentukan secara pasti seperti produk manufaktur, sehingga penggunaan  ”model pertama” bagi pengembangan software tidaklah tepat. Istilah prototyping dalam hubungannya dengan pengembangan software sistem informasi manajemen lebih merupakan suatu proses bukan prototipe sebagai suatu produk.     
            Karakteristik metode prototyping 
Ada empat langkah yang menjadi karakteristik metode prototyping yaitu: 
Ø  Pemilahan fungsi 
Mengacu pada pemilahan fungsi yang harus ditampilkan oleh prototyping. Pemilahan harus selalu dilakukan berdasarkan pada tugas - tugas yang relevan yang sesuai dengan contoh kasus yang akan dipergakan 
Ø  Penyusunan Sistem Informasi 
Bertujuan untuk memenuhi permintaan akan tersedianya;  prototype, evaluasi dan penggunaan selanjutnya 

v  Jenis-jenis prototyping  meliputi  
·         Feasibility prototyping, digunakan untuk menguji kelayakan dari teknologi yang akan digunakan untuk system informasi yang akan disusun.  
·         Requirement prototyping, digunakan untuk mengetahui kebutuhan aktivitas bisnis user. 
·         Desain Prototyping, digunakan untuk mendorong perancangan system informasi yang akan digunakan. 
·         Implementation prototyping, merupakan lanjytan dari rancangan protipe, prototype ini langsung disusun sebagai suatu system informasi yang akan digunakan. 
            Keunggulan dan Kelemahan metode prototyping 
v  Keunggulan 
1.    End user dapat berpartisipasi aktif 
2.    Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan 
3.    Mempersingkat waktu pengembangan system informasi

v  Kelemahan 
1.    Proses analisis dan perancangan terlalu singkat 
2.    Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah 
3.    Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan   
4.    Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah 
5.    Prototype terlalu cepat selesai. 
Metode Rapid Application Development (RAD) 
RAD adalah penggabungan beberapa metode atau teknik terstruktur. RAD menggunakan metode prototyping dan teknik terstruktur lainnya untuk menentukan kebutuhan user dan perancangan sistem informasi. Proses pengembangan SI menurut metode ini, meliputi: 
Ø  Mempelajari apakah proyek pengembangan sistem memenuhi kriteria 
Ø  Mempelajari aktivitas bisnis perusahaan, menentukan area bisnis serta fungsi yang menjadi prioritas 
Ø  Membuat model dari fungsi - fungsi yang menjadi prioritas 
Ø  Memilih protype mana yang direview 
Ø  Implementasi Sistem Informasi  

Metode Soft System 
Metode soft system memiliki tahapan-tahapn proses untuk menanganai masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang berdampak pada organisasi. Tahapan tersebut meliputi: 
Ø  Masalah relatif bagi setiap orang; masalah tidak terstruktur 
Ø  Menyusun problematique diagram dan rich picture 
Ø  Menyusun konsep model terdiri dari SI dan strategi yang mungkin digunakan 
Ø  Membandingkan antara masalah dalam tahap dua dengan model pada tahap tiga diatas 
Ø  Diskusi untuk menghasilakna suatu SI dan strategi yang sesuai dengan kultur yang ada 
Ø  Menyusun Proposal, strategi dan taktik untuk menyelesaikan masalah. 

Metode Joint Application Development (JAD) 
Ø  JAD merupakan suatu kerjasama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibuthkan dan unsur rancangan eksternal 
Ø  Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi.  



















5.   Penyebab Kegagalan Pengembangan Sistem 

Ø  Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem 
Ø  Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai sistem 
Ø  Kurang sempurnanya evaluasi kualitas analisis biaya 
Ø  Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan 
Ø  Penggunaan teknologi komputer dan perangkat lunak yang tidak direncanakan dan pemasangan teknologi tidak sesuai 
Ø  Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara 
Ø  Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik 


6.   Keterlibatan User Dalam Pengembangan Sistem 
Ada beberapa alasan pentingnya keterlibatan user dalam perancangan dan pengembangan sistem informasi menurut Demodaran (2002) yaitu: 
1.    Kebutuahan user.  
user adalah orang dalam perusahaan. Analisi sistem atau ahli sistem adalah orang diluar perusahaan. Sistem informasi dikembangkan bukan untuk pembuat sistem tapi untuk user agar sistem bisa diterapkan, sistem tersebut harus bisa menyerap kebutuhan user dan yang mengetahui kebutuhan user adalah user sendiri, sehingga keterlibatannya dalam pengembangan sistem  informasi akan meningkatkan tingkat keberhasilan pengembangan sistem informasi.
2.    Pengetahuan akan kondisi lokal. 
Pemahaman terhadap lingkungan dimana sistem informasi akan dioterapkan perlu dimiliki oleh perancang sistem informasi, dan untuk memperoleh pengetahuan tersebut perancang sistem meminta bantuan user yang menguasai kondisi lingkungan tempatnya bekerja. 
3.    Keengganan untuk berubah. 
Seringkali user merasa bahwa sistem informasi yang disusun tidak dapat dipergunakn dan tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk

BAB III
PENUTUP


Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Metodologi pengembangan sistem adalah suatu proses standar yang diikuti oleh organisasi untuk melaksanakan seluruh langkah yang di perlukan untuk menganalisa, merancang, mengimplementasikan dan memelihara sistem informasi. Ada macam-macam metodologi pengembangan sistem, antara lain metode SDLC, metode Waterfall, metode Prototyping, metode metode RAD, metode Spiral, metode Object Oriented Technology, dan metode EUD. Dari setiap metode terdapat beberapa tahapan yang berpengaruh terhadap jalannya proses pengembangan sistem informasi. Setiap metode tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing
Demikian artikel ini saya buat semoga bermanfaat bagi pembaca serta bisa menambah wawasan dan membuka fikiran kita untuk bisa mengoptimalkan apa yang sudah tersedia. Saya memohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata dan kalimat yang tidak jelas untuk dimengerti, dan lugas mohon jangan dimasukan ke dalam hati.
Sekian penutup dari saya semoga berkenan di hati dan saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.







DAFTAR PUSTAKA

Putra, Yananto Mihadi. (2018). Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen : Pengguna dan Pengembang Sistem Informasi. FEB – Universitas Mercu Buana : Jakarta.
Budi, S. 2002. Perencanaaan & Pembangunan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Sutedjo Budi Dharma Oetomo, 2002, Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi, Edisi I, ANDI Yogyakarta.
James A. 1996. Management Information Systems. Jakarta: Grafindo
Kadir Abdul. 2003. Pengenalan Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi