Senin, 09 September 2019

Implementasi Sistem Informasi Manajemen Pada Perusahaan


TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT. ARWANA CITRA MULIA


                                   Image result for logo mercu buana

                                                                                                                                                                              

Disusun Oleh : Theresia Magdalena
NIM : 43218110075







KATA PENGANTAR

                         Puji syukur penulis sanpaikan kepada Tuhan YME yang telah memberikan petunjuk Nya dalam menyelesaikan makalah ini. Adapun latar belakang penulis membuat TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT. ARWANA CITRA MULIA  untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Bapak Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si Sebagai dosen mata kuliah Sistem Informasi Manajemen.
                       Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa pihak yang telah membantu dalam rangka penyelesaikan proposal ini, selain itu kerja sama yang baik diantara semua pihak yang terlibat dengan penulis membuat proposal ini dapat terselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
                         Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak. Penulis menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna, masih banyak hal yang kurang dalam penulisan proposal ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar penulis dapat memperbaikinya. Harapan penulis, semoga proposal ini dapat bermanfaat dan menjadi sumber ilmu yang baru bagi kita semua.





                                                                                                                                   Jakarta, 06 September 2019.







x
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................... v
DAFTAR ISI .................................................................................................. x
ABSTRAK ..................................................................................................... xii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang ....................................................................................... 1
B. Tujuan Makalah ..................................................................................... 1
BAB II TINJAUAN TEORITIS ................................................................. 2-3
A. Sistem Informasi Manajemen.......................................................... 2
1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen ................................. 2
2. Tujuan Sistem Informasi Manajemen ....................................... 3
3. Fungsi Sistem Informasi Manajemen ....................................... 3
BAB III LANDASAN TEORI .............................................................. 4-8
A. Sistem Informasi (Bagian-Bagiannya) .................................... 4
B. Sistem Informasi dan Organisasi …………………….................. 7
BAB IV PENUTUP ................................................................................... 9
A. Kesimpulan .......................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................ 10




xii
ABSTRAK

Nama    : Theresia Magdalena
Nim       : 43218110075
Fak/Jur : Ekonomi/Accounting
Judul     : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA PT. ARWANA CITRA MULIA
Tugas ini membahas tentang bagaimana implemetansi sistem informasi manajemen pada PT. Arwana Citra Mulia
Tugas ini bertujuan untuk mengetahui implementasi sistem informasi manajemen pada PT. Arwana Citra Mulia serta memiliki kegunaan dari berbagai pihak, baik itu dari pihak perusahaan maupun dari pihak penulis sendiri.
Hasil dari tugas ini menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi manajemen dalam PT. Arwana Citra Mulia sudah terlaksana dengan baik dengan memanfaatkan segala fasilitas/ sarana dan prasarana sebagai batu pijakan dalam Optimalisasi Penerapan Sistem Informasi Manajemen di perusahaan ini.










BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
                   Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, informasi, dan teknologi komunikasi menjadikan kamajuan ilmu pengetahuan diberbagai bidang seperti perusahaan ataupun organisasi, tanpa kecuali pada bidang pendidikan. Keberadaan dan peran teknologi informasi telah membawa era baru dalam perkembangan pendidikan tetapi belum diimbangi dengan peningkatan sumber daya manusia.
                  Sarlito W. Sarwono, menyatakan bahwa: Maju dan berkembangnya peradaban dunia juga mempengaruhi alat pendukungnya, diantaranya adalah teknologi komunikasi yang penggunaanya sebagai alat bantu untuk memproses dan mentransfer perangkat data informasi yang dibutuhkan, teknologi komunikasi pula sebagai sebab masuknya norma dan nilai baru dari luar yang pada gilirannya norma dan nilai baru ini masuk ke dalam lingkungan kehidupan keluarga dan masyarakat.
                    Pemanfaatan konsep dan strategi yang digunakan dalam memberikan layanan dapat berupa informasi. Aplikasi pengolahan informasi dalam berbagai bidang sering disebut dengan istilah MIS (Management Information System) atau SIM (Sistem Informasi Manajemen).
                  Sistem Informasi Manajemen adalah serangkaian sub sistem informasi yang menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna meningkatkan produktivitas atas dasar kriteria mutu yang telah ditetapkan.
                      Pada hal ini, penulis akan mengulas lebih dalam implementasi pada perusahaan Arwana Citra Mulia, dengan alasan karena PT. Arwana Citra Mulia menyadari pentingnya praktek sistem informasi yang dipadukan dengan kemajuan teknologi informasi yang dikembangkan di dalam sistem informasi yang handal dalam meningkatkan mutu perusahaan.

B. Tujuan Makalah
             Tujuan Tugas Makalah tentang SIM ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana memanfaatkan sistem informasi sebagai alat bantu dalam proses pengambilan keputusan manajemen.




BAB II
TINJAUAN TEORETIS

A. Sistem Informasi Manajemen (SIM)

                                     Image result for sistem informasi manajemen

1. Pengertian Sistem Informasi Manajemen
                       Sistem Informasi Manajemen mengandung arti sekumpulan orang, seperangkat pedoman dan pemilihan peralatan pengolahan data, menyimpan, mengolah dan memakai data untuk mengurangi ketidakpastian dalam pengambilan keputusan dengan memberikan informasi kepada manajer agar dapat dimanfaatkan pada waktunya secara efesien.
                     Didefinisikan sebagai sekumpulan subsistem yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama dan membentuk satu kesatuan, saling berinteraksi dan bekerja sama antara bagian satu dengan yang lainnya dengan cara-cara tertentu untuk melakukan fungsi pengolahan data, menerima masukan (input) berupa data-data, kemudian mengolahnya (processing), dan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi sebagai dasar bagi pengambilan keputusan yang berguna baik pada saat itu maupun di masa mendatang, dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan tersedia guna mencapai tujuan.

Sistem Informasi Manajemen (SIM) mempunyai karakteristik, yaitu:
a. Dalam organisasi terdapat satu bagian khusus sebagai pengelola SIM pendidikan
b. SIM merupakan jalinan lalu lintas data dan informasi dari setiap bagian di dalam bagian dalam organisasi yang terpusat di bagian SIM pendidikan
c. SIM merupakan jalinan hubungan antar bagian dalam organisasi melalui satu bagian SIM
d. SIM merupakan segenap proses yang mencakup: pengumpulan data, pengolahan data, Penyimpanan data, Pengambilan data, Penyebaran informasi dengan cepat dan tepat.
e. SIM bertujuan agar para pelaksana dapat melaksanakan tugas dengan baik dan benar serta pemimpin dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.


2. Tujuan Sistem Informasi Manajemen
Di antara Tujuan Sistem Informasi Manajemen adalah:
a. Menyediakan informasi yang dipergunakan di dalam perhitungan harga pokok jasa, produk, dan tujuan lain yang diinginkan manajemen.
b. Menyediakan informasi yang dipergunakan dalam perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
c. Menyediakan informasi untuk pengambilan keputusan.
Ketiga tujuan tersebut menunjukkan bahwa manajer dan pengguna lainnya perlu memiliki akses ke informasi akuntansi manajemen dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya.

3. Fungsi Sistem Informasi Manajemen
Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi
Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain :
a. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
b. Memproses data menjadi informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
c. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.

Dengan demikian jelas bahwa Sistem Informasi Manajemen yang efektif dapat memperlancar manajemen dalam pencapaian tujuan organisasi dan juga berfungsi dalam proses pengambilan keputusan serta pemecahan masalah yang lebih baik. Hal tersebut dapat tercapai dengan disediakannya informasi yang sesuai dengan kebutuhan baik dalam jumlah, kualitas, waktu, maupun biaya, selain biayanya mahal, juga tidak berguna.



BAB III
LANDASAN TEORI

1.     PENGELOMPOKKAN SISTEM INFORMASI

*Batch Procesing (Proses Pengelompokan)
Pada tahap awal perkembangan komputer , semua pemrosesan komputer berdasarkan batch-nya (Kelompoknya). Tehnisnya organisasi mengumpulkan tumpukan traksaksi lalu diolah pada suatu waktu, kemudian dicatat kedalam media computer yang dapat dibaca, seperti pita magnetik. Selanjutnya secara fisik dibawa kepusat Komputer dan seluruh persedian diperbaharui melalui pemrosesan dimana tumpukan data harian ditambah master file persediaan komputer. Baru setelah itu menghasilkan laporan.
* On – line sistem
Dengan maksud menghindari kelambatan waktu dalam pemrosesan sistem Batch, dengan sistem on-line setiap transaksi dimasukkan langsung ke Komputer ketika terjadi transaksi.

·         Bidang Aplikasi Pendukung Manajemen :
1.       Transaction Procesing System► Sistem pemrosesan transaction, sistem ini memprose ribuan transaksi yang terjadi di organisasi setiap hari : penjualan, pembayaran, penerimaan, mengiriman dan penerimaan barang, sewa beli dll

2.       Decision Support System (DSS)► adalah sistem yang berbasis komputer, biasanya bersifat interaktif, dirancang untuk membantu manajer atau membuat keputusan yang lain. DSS memasukkan baik data atau model untukmembantu pembuat keputusan dalam mengatasi masalah, khususnya masalah yang tidak terstruktur.

3.       Group Decision Support System (GSS) ► sistem dirangcang untuk mendukung suatu kelompok tidak hanya individu sistem ini disebut GSS (Group Decision Support System) atau Electronik Meeting System (EMS) yang bertujuan untuk memberi keuntungan kekuatan bagi kelompok organisasi dalam membuat keputusan yang lebih baik dibandingkan dengan keputusan yang dibuat sendiri.

4.       Geographic Information System (GIS) ► adalah suatu sistem berbasis komputer yang dirancang untuk mengumpulkan, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan data tempat (spatial data). GIS menghubungkan data ke peta yang ada dalam komputer sehingga karakteristik tempat dari data bisa dihimpun dengan mudah. GIS seringkali berfungsi sebagai DSS untuk menjalankan tugas penyeleksian tempat restauran fas food dan penetapan rute pengiriman barang.

5.       Exccutive Information System (EIS) ► Konsep kunci dari sistem ini adalah mampu mengirim informasi terbaru tentang keadaan bisnis langsung pada eksekutif puncak. EIS didesain untuk digunakan secara langsung oleh manajer puncak tanpa bantuan perantara. EIS menggunakan tampilan grafik, komunikasi, dan metode penyimpanan data untuk memudahkan para eksekutif dalam mengakses secara on-line informasi terbaru tentang keadaan organisasi yang dipimpinnya.

·         Bidang Aplikasi Pendukung Fungsional :
1.       Office Automation► Otomasi kantor melibatkan seperangkatfungsi yang saling berhubungan dan dapat diintegrasikan dalam sistem tunggal. Fungsi-fungsi yang biasa dipakai adalah electronic mail, word processing, pengopian, penyimpanan dokumen, voice mail, desktop publishing.

2.       Factory Automation ►melibatkan seperangkat mesin-mesing yang terkontrol secara numerik (numericsal controlled machines) yang menggunakan program komputer untuk mengawasi jalannya mesin-mesin canggih.

3.       Computer Integrated Manufacturing (CIM) ► sistem yang menghubungkan MRP dan mesin yang dikontrol dengan angka (numerik) memungkinkan tidak hanya membuat jadwa,tapi mengawasi berbagai mesin yang sedang bekerja.

·         Bidang Aplikasi Berbasis Teknologi :
1.       Aftificial Intelligence (AI) ► Ide AI sendiri berdasarkan pemikiran bahwa bagaimana membuat komputer melakukan pekerjaan lebih baik dari yang dilakukan manusia. Sistem AI ini meliputi bahasa Natural, robot, sistem penglihatan dan pendengaran, sistem pakar, dan jaringan neural .


2.       Virtual Reality ► sistem yang mengacu pada penggunaan sistem berbasis komputer yang menciptakan suatu lingkungan yang tampak nyata terhadap satu atau lebih sensor dari pengguna.

·         Bidang Aplikasi Berbasis Rancang Bangun
A.      Distibuted System ð adalah sistem dimana komputer dari beberapa ukuran diletakkan diberbagai tempatsuatu organisasi menjalankan aktivitas bisnisnya (kantor pusat,pabrik,toko,gudang,bangunan kantor) dan komputer tersebut dengan jalur telekomunikasi agar mampu menyokong proses bisnis.

B.      Client.Server system ð adalah sistempemrosesan yang didistribusikan antara komputer server pusat, seperti minicomputer atau workstation, dengan jumlah komputer klien, yang biasanya dalam bentuk microkomputer destop.




2.     SISTEM INFORMASI MEMPENGARUHI ORGANISASI

a.       Pada Teori Ekonomi dan Teori Ekonomi Mikro, dimana membicarakan keterlibatan sejumlah besar perusahaan di suatu negara dan negara lain dalam skala bahasan ekonomi mikro dan makro dengan segala aspek perdagangan dalam lingkup negara dan international. Maka dengan demikian dalm teori ekonomi mikro teknologi informasi semestinya menghasilkan keikutsertaan sejumlah manajer menengah dan pekerja khusus yang lebih sedikit yaitu pada saat teknologi informasi menggantikan tenaga kerja manusia.

b.       Teori Biaya Transaksi : teknologi informasi dapat membantu perusahaan dalam menurunkan biaya transaksi, dan membuatnya lebih bernilai bagi perusahaan untuk melakukan kontrak dengan pemasok luar daripada menggunakan sumber-sumber penawaran dari luar.

c.        Teori Agensi : teknologi informasi memungkinkan bagi organisasi untuk mengurangi keseluruhan biaya manajemen dan memungkinkan untuk meningkatkan revenues, sementara manajemen menengah dan pekerjaan-pekerjaan klerikal dapat dikurangi.

d.       Teori Prilaku : Karena teknologi informasi digunakan untuk mempromosikan nilai-nilai dan keinginan organisasi. Pengaruh teknologi informasi adalah sebuah refleksi dari apa yang diorencanakan atau diinginkan organisasi dan perancang sistem. Dalam model prilaku perusahaan, pengaruh sistem informasi tidaklah sesederhana dan langsung seperti model ekonomi.

e.       Teori keputusan dan pengawasan : Fungsi organisasi adalah membuat keputusan dibawah kondisi yang tidak pasti dan beresiko serta tetap berada dibawah batasan rasionalitas.


f.         Teori Sosiologi : Oligarchi dan Rutin
                Teori sosiologi memfokuskan pada pertumbuhan hirarki, sruktur birokrasi dan prosedur operasi standart sebagai alat utama bagi organisasi dalam rangka menghadapi lingkungan yang tidak stabil.

g.       Teori Post-industrial : bentuk dan struktur yang bermuatan Pengetahuan.
            Dalam masyarakat paska industri, yaitu ekonomi paska industri tahun 1960-an. Sektor pelayanan mendominasi aktivitas perekonomian. Sektor pelayanan itu sendiri sangat mengutamakan knowledge worker(ilmuan, ahli tehnik, dan bahkan manajer) dan data worker seperti sekretaris, akuntan atau sales people. Dalam masyarakat paska ekonomi industri global, industri manufaktur dipindahkan kenegara-negara berupah rendah dan high skill, sementara pekerjaan berbasis pengetahuan (knowledge based) tumbuh dengan cepat di negara-negara maju dengan upah yang tinggi.

h.       Teori Budaya : Teknologi Informasi dan Asumsi Dasar.
            Teknologi informasi dapat mengancam atau mendukung budaya sebuah organisasi. Berkembangnya teknologi komputer mikro mengancam manufaktur komputer mainframe dan para pelanggannya. Sebaliknya, Teknologi informasi dapat mendukung budaya dalam organisasi, sebagaimana yang terjadi dalam industri asuransi yang menggunakan teknologi komputer untuk menekan cost. Khususnya dalam memproses klaim.

i.         Teori Politik : Teknologi Informasi sebagi sumber daya Politik
              Organisasi dibagi ke dalam sub-sub kelompok fungsional sepertipemasaran, akuntasi, dan produksi. Kelompok-kelompok inimempunyai nilai (value) yang berbeda dan mereka bersaing untuk mendapatkan resources, membuat kompetisi dan konflik. Teori politik menggambarkan sistem informasi sebagai outcome dari persaingan politik antar sub-sub kelompok untuk mempengaruhi kebijakan, prosedur, dan resources organisasi.


BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan

                       Berdasarkan analisis hasil penelitian yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya, akhirnya penulis memberikan kesimpulan bahwa PT. Arwana Citra Mulia telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen di dalam Perusahaan, untuk itu dapat ditarik kesimpulan bahwa:
1. Penerapan sistem informasi manajemen sangat penting untuk suatu perusahaan khususnya di PT. Arwana Citra Mulia dimana menggunakan aplikasi pengolah data yaitu teknologi informasi dalam mendukung proses pengolahan data dengan menggunakan infrastruktur teknologi, seperti fasilitas belajar dengan memadukan computer dan program pengolah data.
2. Dalam mengimplementasikan sistem informasi manajemen dalam mendukung aktivitas perusahaan merupakan bagian terpenting yang bertugas mengkoordinir pada semua bagian divisi dan bertanggung jawab langsung pada manajemen puncak yang meliputi bagian pengumpulan data, bagian penginputan data, bagian penyimpanan data.









DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penenlitian. Jakarta: Bina Aksara. 1989.
Davis, B. Gordon. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajmemen. Jakarta: Pustaka
Binaman Pressindo. 1984. Death. “Tujuan Umum Sistem Informasi Manajemen” dalam http://abprallen. blogspot.com/2010/10/tujuan-umum-sistem-informasi-manajemen.html.
Death. “Fungsi Penting Sistem Informasi Akuntansi (SIA)” dalam http://abprallen. blogspot.com/2010/10/fungsi-penting-sistem-informasi.html.
Handoko, T. Hani. Manajemen. Yogyakarta; BPFE-YOGYAKARTA. 1999.
Kampus Ciamis “Sistem Informasi Manajemen” dalam http:// blog2danny. blogspot.
com/2010/01/ sistem-informasi-manajemen-dalam.html.
Moekijat. Pengantar Sistem Informasi Manajemen. Bandung: CV. Mandar Maju.
2005.
Syamsi, Ibnu. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta: Bumi Aksara.
1995.
Siagian, P. Sondang. Sistem Informasi Manajemen. Bandung: Bumi Aksara, 2006.
Yeniretnowati. “Sistem Informasi Manajemen” dalam http:// yeniretnowati. blogspot.
com/.


Rabu, 10 Juli 2019


Alasan Memilih Bisnis Salon dan Perhitungan BEP Dari Usaha Salon.

                                             Hasil gambar untuk perencanaan bisnis

                   Alasan saya memilih bisnis ini karena menurut saya usaha di bidang ini masih memiliki peluang pasar yang cukup baik walaupun sudah banyak bisnis online yang berkembang pada era sekarang ini. Tentu, Salon bukanlah bisnis baru yang ada atau baru bagi semua kalangan.
Tetapi, disini saya mencoba mengembangkan ide lain untuk membuat bisnis usaha salon saya berbeda dari salon yang sudah ada sebelumnya. Pada usaha salon ini, Saya berusaha menciptakan salah satu hal yang belum banyak dilakukan salon lain seperti kami menyediakan jasa untuk datang ke rumah jika para konsumen malas untuk hadir ke tempat salon secara langsung dan kami menjamin bahwa peratan yang dilakukan tidak akan berbeda dengan datang secara langsung ke salon.

BEP nya :  
            BEP : 3.500.000/ (35.000 – 25.000)
                   : 3.500.000/10.000
                   : 350 (Per/Unit)


        BEP : 3.500.000/ (10.000/35.000)
                    : 3.500.000/ (10.000/35.000)
                   : 3.500.000/ 0.2857 = 12.250.613 (Rupiah)

Cara menghadapai pesaing bisnis yang semakin kompetitif saat ini di segala lini dan bidang usaha


1.  Amati Pasar Dan Kenali Pesaing
Dalam menghadapi persaingan, terlebih dahulu lihatlah potensi pasar yang ada serta cari tau siapa pesaing yang kompeten saat ini, sehingga kita tidak salah dalam menentukan strategi.


2.  Ciptakan Produk Yang Berbeda
Dengan menciptakan produk yang unik dan belum ada dipasaran, maka produk kita yg memiliki nilai lebih di mata konsumen. Produk yang unik dan berbeda memiliki ciri khas tertentu dan daya tarik tersendiri bagi para konsumen, sehingga mereka lebih mengenali produk kita dan memilih produk tersebut dibandingkan produk lainnya yang ada dipasaran.

3.  Tonjolkan Keunggulan Produk
Fokuskan diri untuk lebih menonjolkan keunggulan produk kita, misalnya dengan cara mempertahankan kualitas produk atau layanan prima yang selama ini anda tawarkan kepada konsumen, sehingga loyalitas konsumen terhadap produk kita akan semakin meningkat.

4.  Pelajari Kelebihan Dan Kelemahan Pesaing
Dengan cara ini anda bisa mengetahui kelebihan apa yang dimiliki pesaing anda dan memanfa’atkan kelemahan pesaing sebagai peluang untuk memenangkan pasar. Ciptakan produk yang tidak diciptakan pesaing kita atau berikan layanan yang tidak disediakan oleh pesaing kita, maka peluang kita untuk memenangkan pasar semakin terbuka.

5.  Menawarkan Harga Yang Bersaing
Memberikan harga yang bersaing bukan berarti kita harus menurunkan harga dan memperbesar kerugian usaha kita melainkan memberikan keuntungan tersendiri untuk usaha kita.

6.  Buatlah event untuk mempromosikan produk Anda
Cara ini sering digunakan para pelaku usaha karena minat konsumen untuk berburu barang-barang diskon masih sangat tinggi. Adapun tujuannya adalah tak lain adalah memberikan keuntungan tersendiri bagi usaha dalam meningkatkan penjualan dan berlomba memberikan kepuasan terhadap konsumen.






Senin, 01 Juli 2019


Sistem Permodalan , Break Evnet Point (BEP) dan Net Present Value (NPV)

                      Image result for bep npv permodalan

                 Modal merupakan salah satu bagian terpenting yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan. Dengan modal, sebuah perusahaan dapat melaksanakan aktivitas produksi dan aktivitas – aktivitas bisnis lainnya. Tanpa modal (yang berbentuk uang), sebuah perusahaan tetap dapat berjalan, namun aktivitasnya akan sangat terbatas.

Sumber Modal Perusahaan

           Modal pada dasarnya berasal dari dua sumber yaitu dari dalam perusahaan (internal) dan dari luar perusahaan (eksternal).

Internal
           Sumber modal internal berasal dari setiap aktivitas atau pun kegiatan usaha yang dijalankan oleh perusahaan yang menghasilkan keuntungan. Beberapa sumber modal internal perusahaan yang dapat digunakan yaitu laba ditahan, akumulasi penyusutan dan beberapa sumber modal lainnya.

Eksternal
             Berbeda dengan sumber modal internal yang cenderung terbatas (yaitu hanya dari hasil aktivitas usahanya saja), sumber modal eksternal berasal dari pihak – pihak luar yang mau bekerja sama dengan perusahaan. Beberapa pihak yang sering kali digunakan oleh perusahaan untuk mendapatkan modal yaitu bank, koperasi, kreditur, supplier, dan juga pasar modal.

Jenis – jenis Modal Perusahaan

·         Pinjaman
              Pengertian modal pinjaman merupakan setiap modal yang didapatkan dari hasil pinjaman kepada pihak luar perusahaan. Beberapa contoh modal pinjaman adalah modal yang didapatkan dari penerbitan obligasi, modal yang didapatkan dari pinjaman kepada kreditur, dan modal dagang.

·         Modal Sendiri
           Modal sendiri merupakan setiap modal yang berasal dari modal sendiri. Secara umum, modal sendiri dapat disamakan dengan modal internal.


2. Break Even Point (BEP)

            Manfaat Break Even Point (BEP) yang dibahas berikut adalah untuk menghitung perkiraan kapan perusahaan akan mencapai titik dimana total pengeluaran sama dengan total keuntungan yang didapat.




3. Net Present Value (NPV)

              Net Present Value (NPV) berguna untuk mengukur kemampuan dan peluang sebuah perusahaan dalam menjalankan investasinya sampai beberapa tahun yang akan datang, saat nilai mata uang berubah dan berdampak pada cash flow perusahaan.
Berikut merupakan langkah untuk menghitung NPV:
a  a. Pertama, hitung Present Value (PV) dari total pengeluaran per tahun dan Present Value (PV) dari total keuntungan per tahun.



b. Kedua, jumlahkan masing-masing Present Value (PV) total keuntungan dan Present Value (PV)total pengeluaran, lalu cari selisih antara jumlah keduanya.


Investasi perusahaan yang memiliki positif NPV, berarti memiliki kemampuan secara financial untuk melanjutkan investasi tersebut. Dari seluruh perhitungan yang telah dilakukan, lebih baik untuk mengambil keputusan berdasarkan NPV, karena keputusan tersebut adalah keputusan optimal bagi investasi perusahaan untuk tahun-tahun mendatang.



Implementasi Sistem Permodalan, BEP dan NVP

                  Menggunakan modal yang ada dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi kesalahan pada nominal yang tertera dan terus diawasi oleh pimpinan agar kegiatan di perusahaan tetap berjalan dengan teratur sesuai aturan dan kondusif. Memperhatikan pengeluaran dan pemasukan perusahaan dan mengendalikan keuangan sesuai kebutuhan perusahaan.


Sumber :
http://sis.binus.ac.id/2016/07/29/manfaat-roi-bep-npv/


Minggu, 23 Juni 2019


Manajemen Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

Image result for manajemen keuangan 

1.     Pengertian Manajemen Keuangan
                   Financial management adalah kegiatan manajemen yang bertujuan untuk mengelola dana maupun aset-aset yang dimiliki perusahaan untuk dimanfaatkan pada hal-hal atau kegiatan yang membantu tercapainya tujuan utama perusahaan tersebut, yaitu profit.

Dalam perusahaan atau bisnis, manajemen keuangan memiliki 3 aktivitas utama yang dilakukan oleh manajer keuangan yaitu:
·        1.  Perolehan dana
·        2.  Aktivitas penggunaan dana
·         3. Pengelolaan aktiva

Ketiga hal tersebut berkaitan dengan sumber dana internal maupun eksternal perusahaan. Modal kerja dan kepemilikan saham juga termasuk tugas dalam manajemen keuangan.

2.     Tujuan manajemen keuangan
               Di atas telah dijelaskan bahwa financial management dilakukan sebagai proses untuk mengendalikan aset-aset perusahaan terutama dalam bentuk dana. Sehingga manajemen keuangan memiliki beberapa tujuan yang harus dicapai, diantaranya:

1. Memaksimalkan Keuntungan
Melalui kebijakan yang tepat, financial management bisa memaksimalkan keuntungan perusahaan dalam jangka panjang.

2. Menjaga Arus Kas
Manajer keuangan berperan untuk menjaga arus kas (cash flow). Setiap hari perusahaan sudah pasti akan mengeluarkan dana misalnya untuk pembelian bahan baku, pembayaran gaji anggota, sewa dan pembayaran lainnya. Sehingga jika tidak diawasi dan dikendalikan bisa menyebabkan overbudget yang merugikan perusahaan.

3. Mempersiapkan Struktur Modal
Menyeimbangkan antara pembiayaan yang dimiliki dengan dana yang dipinjam. Tujuannya untuk mempersiapkan struktur modal.

4. Memaksimalkan Pemanfaatan Keuangan Perusahaan
Manajer keuangan bertindak untuk mengawasi penggunaan uang perusahaan. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang tidak menguntungkan perusahaan dapat di pangkas dan di alokasi untuk kegiatan lain.

5. Mengoptimalkan Kekayaan Perusahaan
Manajer keuangan berupaya untuk memberikan dividen semaksimal mungkin kepada pemegang saham dan berusaha untuk meningkatkan pasar saham karena berkaitan dengan kinerja perusahaan.

6. Meningkatkan Efisiensi
Manajer keuangan berupaya untuk meningkatkan efisiensi semua departemen dalam organisasi. Penyaluran dana yang tepat dalam semua aspek akan berdampak dalam peningkatan efisiensi perusahaan.

7. Memastikan Kelangsungan Hidup Perusahaan
Perusahaan bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang kompetitif merupakan peranan dari bagian keuangan. Keputusan yang berhubungan dengan keuangan harus dilakukan secara hati-hati karena kesalahan penggunaan keuangan bisa mengakibatkan kebangkrutan.

8. Mengurangi Resiko Operasional
Dengan manajemen keuangan yang baik maka resiko operasional akan dapat diminimalisir. Resiko ketidakpastian dalam bisnis harus disikapi dengan keputusan yang tepat oleh manajer keuangan.

9. Mengurangi Biaya Modal
Perencanaan struktur modal harus dibuat sedemikian rupa oleh manajer keuangan agar penggunaa biaya modal dapat diminimalisir.

3.     Fungsi manajemen keuangan
Keuangan merupakan komponen yang paling riskan bagi suatu bisnis atau perusahaan. Keuangan perlu dikelola dan dikendalikan dengan baik oleh seorang manajer keuangan. Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk bertahan dalam bidang finansial.

Berikut ini beberapa fungsi manajemen keuangan:
1. Perencanaan Keuangan dan Anggaran (Budgeting)
Segala kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan penggunaan anggaran dana perusahaan maka perlu di rencanakan dengan baik. Sehingga kegiatan-kegiatan yang tidak menguntungkan, anggarannya dapat dipotong atau dipangkas. Alokasi dana perlu dipertimbangkan untuk hal-hal yang dapat memaksimalkan keuntungan perusahaan.

2. Pengendalian (Controlling)
Setiap kegiatan yang sudah dijalankan perlu dilakukan evaluasi keuangan. Sehingga bisa menjadi acuan untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.

3. Pemeriksaan (Auditing)
Audit internal terkait keuangan perlu dilakukan agar sesuai dengan kaidah standar akuntansi dan tidak terjadi penyimpangan.

4. Pelaporan (Reporting)
Dengan adanya manajamen keuangan, maka setiap tahunnya akan ada pelaporan keuangan yang berguna untuk menganalisis rasio laporan laba dan rugi perusahaan.

Implementasi Manajemen Keuangan Di Perusahaan

·   1. Adanya pengendalian sistem keuangan di perusahaan seperti mengatur antara pemasukan dan pengeluaran
·        2.  Membuat anggaran pendapatan dan belanja yang dibutuhkan oleh perusahaan
·        3.  Memeriksa laporan keuangan secara teratur agar tidak terjadi penyimpangan dari pihak manapun
·        4. Melakukan analisa pada laporan keuangan setiap periode tertentu.


Senin, 17 Juni 2019


Manajemen Pemasaran: Pengertian, Konsep, Fungsi, dan Tujuan

Pengertian Manajemen Pemasaran


              Pengertian Manajemen Pemasaran adalah sebuah rangkaian proses analisis, perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan dan pengendalian suatu kegiatan pemasaran dimana tujuannya adalah untuk mencapai target perusahaan secara efektif dan efisien.

              Dapat juga diartikan sebagai alat untuk analisis, perencanaan, penerapan serta pengendalian suatu program dalam perusahaan yang sudah dirancang untuk menciptakan, membangun dan juga mempertahankan pertukaran agar bisa memberikan keuntungan. Keuntungan ini nantinya digunakan sebagai jalan untuk mencapai tujuan utama sebuah bisnis atau perusahaan.
Pelaku manajemen (baca: Pengertian Manajemen) di bidang pemasaran adalah seorang manajer pemasaran yang akan mempelajari struktur pembiayaan, sumber keuntungan, sumber daya serta kompetensi. Hal lainnya yang tak luput dipelajari oleh manajer pemasaran adalah diferensiasi produk dan posisi kompetitif, tingkat integrasi vertikal, riwayat respon perkembangan industri serta faktor lainnya yang masih berkaitan dengan kompetitor.

Konsep Manajemen Pemasaran
Konsep manajemen pemasaran diartikan sebagai falsafah bisnis dimana pemuasan kebutuhan konsumen adalah syarat ekonomi dan sosial untuk kelangsungan pertahanan perusahaan. Tujuannya adalah untuk memberi kepuasan terhadap apa yang diinginkan konsumen (Stanton, 1978).
Oleh karena itu setiap kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus diarahkan untuk tujuan tersebut. Ada 3 elemen penting yang termasuk konsep manajemen pemasaran yaitu:
1. Orientasi Pada Konsumen (Market Oriented)
Konsep pemasaran yang paling baik adalah dengan menjadikan konsumen sebagai prioritas utama. Itulah sebabnya mengapa dalam strategi marketing selalu mengedepankan konsumen.
2. Perencanaan Kegiatan Pemasaran
Pengaturan secara dinamis sebagai bentuk penyusunan berbagai kegiatan pemasaran secara menyeluruh. Semua aktivitas pemasaran, mulai dari strategi, implementasi, analisis, pengawasan, dan kegiatan lain yang terkait dengan pemasaran harus disusun secara terperinci.
3. Kepuasan Konsumen
Unsur paling penting di dalam pemasaran adalah kepuasan konsumen. Kepuasan konsumen ini tidak hanya diukur dari kualitas produk saja, tapi juga dari bagaimana strategi pemasaran yang dilakukan.



Fungsi Manajemen Pemasaran
Sebuah bisnis atau perusahaan yang sedang berkembang wajib memahami manajemen pemasaran yang baik, apalagi pada era globalisasi seperti ini dimana banyak kompetitor yang berlomba-lomba memasarkan produknya bahkan hingga berbagai manca negara. Melalui artikel ini akan dibahas fungsi manajemen pemasaran dan perannya untuk perkembangan bisnis Anda.

Perusahaan wajib menjalankan manajemen pemasaran dan melibatkannya sebagai salah satu strategi penting untuk mencapai tujuan. Manajemen pemasaran memiliki beberapa fungsi berikut:

1. Fungsi Pertukaran
Di sini fungsi pertukaran pada manajemen pemasaran terbagi menjadi dua fungsi utama, yakni fungsi pembelian dan fungsi penjualan. Lebih lanjut, fungsi pembelian berarti peran manajemen pemasaran berfungsi sebagai proses timbal balik dari aktivitas penjualan.
Dengan begitu, diperlukan strategi khusus terutama pemahaman mengenai kegiatan yang dapat menarik konsumen untuk membeli. Sedangkan fungsi penjualan termasuk dalam aktivitas untuk mempertemukan penjual dan pembeli yang bisa dilakukan secara langsung maupun melalui perantara.

2. Fungsi Fisis
Fungsi fisis manajemen pemasaran terfokus pada kegunaan waktu, lokasi dan bentuk yang perlu dipertimbangkan pada suatu produk ketika suatu produk akan diangkut, diproses dan disimpan hingga sampai ketangan konsumen.
Jika tidak dipertimbangkan dan direncanakan dengan baik, bisa jadi perusahaan akan mengalami kerugian besar akibat penanganan produk yang tidak berstandar.

3. Fungsi Penyediaan Sarana
Manajemen pemasaran juga memiliki fungsi sebagai penyediaan sarana karena akan berkaitan dengan segala kegiatan yang mampu melancarkan operasional pemasaran. Fungsi penyediaan sarana mencakup segala proses pengumpulan, komunikasi, penyortiran sesuai standar dan pembiayaan.


Tujuan Manajemen Pemasaran
Secara umum ada 6 Tujuan Manajemen Pemasaran, diantaranya adalah:

1. Membangun Permintaan
Penjualan hanya bisa terjadi bila ada permintaan dari konsumen. Untuk membangun permintaan tersebut maka dibutuhkan berbagai upaya pemasaran untuk menimbulkan ketertarikan dan rasa penasaran konsumen terhadap barang.

2. Membangun Kepuasan Konsumen
Tidak cukup hanya mendapatkan permintaan dari konsumen untuk mencapai target perusahaan. Tujuan selanjutnya adalah untuk membangun kepuasan konsumen dengan cara memahami kebutuhan/ keinginan konsumen, serta mengetahui bagaimana produk dapat memenuhi kebutuhan/ keinginan tersebut.

3. Mendapatkan Market Share
Tujuan manajemen pemasaran berikutnya adalah untuk mendapatkan progres positif dari marketshare produk. Pasar ibarat sebuah kue, dan setiap potongan kue merupakan gambaran market share.

4. Mendapatkan Keuntungan
Target akhir semua perusahaan adalah mendapatkan keuntungan. Dan setiap perusahaan menetapkan nominal keuntungan yang berbeda sebagai ukuran keberhasilannya.
Mencapai nominal keuntungan tersebut merupakan salah satu tujuan manajemen pemasaran. Bagaimana perusahaan bisa menjual dengan nilai margin optimal bisa menghasilkan tingkat penjualan yang maksimal.

5. Mendapatkan Pencitraan Sesuai Harapan
Selain untuk mendapatkan keuntungan, tujuannya adalah untuk mendapatkan pencitraan sesuai dengan harapan. Citra yang baik terhadap produk dan perusahaan akan memberikan efek positif bagi perusahaan, baik dari sisi konsumen, mitra, investor, dan tenaga kerja.

6. Menjaga Kelangsungan Usaha
Pemasaran adalah ujung tombak perusahaan untuk mencapai target penjualan, kepuasan dan target keuntungan. Itulah alasannya mengapa kelangsungan perusahaan juga menjadi bagian dari tujuan manajemen pemasaran.

Minggu, 02 Juni 2019


Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Operasional dan Produksi

 Image result for manajemen sumber daya manusia 

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
                  Manusia merupakan sumber daya paling penting dalam sebuah perusahaan. Berbanding lurus dengan hal tersebut, manusia juga merupakan sumber daya yang paling rumit untuk dipahami. Kerumitan ini adalah sebagai akibat dari uniknya sifat dari masing-masing individu yang ada di dunia, khususnya dunia kerja.

                  Manajemen merupakan cabang ilmu yang universal. Semua hal di dunia ini membutuhkan manajemen supaya memiliki sistem kelola yang baik. Untuk mengatur sumber daya manusia pun dibutuhkan sebuah manajemen. Pengertian manajemen sumber daya manusia secara umum adalah suatu bidang manajemen yang khusus mempelajari hubungan dan peranan manusia dalam organisasi perusahaan. Fokus yang dipelajari dalam manajemen sumber daya manusia ini hanyalah masalah yang berhubungan dengan tenaga kerja manusia saja, baik secara individu maupun yang ada kaitannya dengan hubungan antar tenaga kerja.

                       Secara umum, fungsi manajemen sumber daya manusia adalah untuk mengatur dan mengelola sumber daya manusia semaksimal dan seefektif mungkin agar diperoleh kinerja yang maksimal. Sementara itu, Malayu Hasibuan mengelompokkan manajemen sumber daya manusia ke dalam dua fungsi yang berbeda, yakni fungsi manajerial dan fungsi operasional.


Manajemen Produksi dan Operasi
                    Manajemen produksi dan operasi adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas untuk menciptakan, mengkoordinasi, mengatur dan mengelola operasional sistem dengan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki (tenaga kerja, peralatan, mesin, tanah, bangunan, bahan baku dan modal) secara efektif dan efisien sehingga menghasilkan suatu barang atau jasa dengan biaya optimum untuk meningkatkan laba perusahaan.
Manajemen produksi dan operasi merupakan salah satu dari fungsi utama perusahaan di samping manajemen pemasaran, manajemen personalia, manajemen keuangan dan akuntansi. Adapun tujuan manajemen produksi dan operasi adalah pencapaian produktivitas yang tinggi dalam kegiatan produksi.

                     Manajemen produksi dan operasi tidak hanya menyangkut pemrosesan berbagai barang (manufacturing) saja, tetapi juga menyangkut dalam bidang jasa. Pada hakikatnya, manajemen produksi dan operasi adalah suatu sistem yang dapat mengubah masukan-masukan sumber daya menjadi barang dan jasa yang lebih optimal dan bermanfaat.

Kegiatan Manajemen Produksi dan Operasi
Manajemen produksi dan operasi merupakan pelaksanaan kegiatan-kegiatan menajerial yang terdiri dari pemilihan, perancangan, pembaharuan, pengoperasian dan pengawasan sistem-sistem produktif. Menurut Handoko, terdapat lima kegiatan manajemen produksi dan operasi, yaitu:

1.      Pemilihan.
Keputusan strategik yang menyangkut pemilihan proses melalui berbagai barang atau jasa akan diproduksi atau disediakan.
2.      Perancangan.
Keputusan-keputusan taktikal yang menyangkut kreasi metode-metode pelaksanaan suatu operasi produktif.
3.      Pengoperasian.
Keputusan-keputusan perencanaan tingkat keluaran jangka panjang atau dasar forecast permintaan dan keputusan-keputusan schedulling pekerjaan dan pengaplikasian karyawan jangka pendek.
4.      Pengawasan.
Prosedur-prosedur yang menyangkut pengambilan tindakan korektif dalam operasi-operasi produksi barang atau persediaan jasa.
5.      Pembaharuan.
Implementasi perbaikan-perbaikan yang dalam sistem produksi berdasarkan perubahan-perubahan permintaan tujuan-tujuan organisasional, teknologi dan manajemen.


Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Manajemen Operasi dan Produksi

·         Implementasi Manajemen Sumber Daya Manusia
1. Melakukan analisis jabatan.
2. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja.
3. Menyeleksi calon tenaga kerja.
4. Memberikan orientasi dan pelatihan bagi karyawan baru.
5. Menata olah upah dan gaji.

·         Implementasi Manajemen Operasi dan Produksi
1. Seleksi dan rancangan atau desain produk.
2. Seleksi dan perancangan proses dan peralatan.
3. Pemilihan lokasi dan site perusahaan dan unit produksi.
4. Rancangan tata letak (layout) dan arus kerja atau proses.
5. Strategi produksi dan operasi serta pemilihan kapasitas.